Saat Pandemi Covid-19, Kapasitas Produksi Perusahaan Ini Malah Naik
Kamis, 04 Juni 2020 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Prof. Subijanto Marto Sudarmo mengatakan, merawat mikroba baik jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan menghancurkan mikroba jahat.
"Kita tidak bisa hidup tanpa mikroba, karena jika kita membersihkan mikroba maka kita akan lemah dan tidak bisa hidup menjadi manusia," ujar Prof Subijanto yang adalah pakar probiotik.
Dia juga mengatakan, ada sekitar 1100 miliar mikroba yang hidup di usus manusia, hal ini menjadikan usus merupakan organ penting dalam sistem kesehatan manusia.
"Jika kita bisa mempertahankan 80 persen mikroba baik di usus kita dan membiarkan 20 persen mikroba jahat, maka kita akan sehat dan terhindar dari banyak penyakit. Jadi sangat penting kita makan makanan atau minuman berfermentasi agar asupan probiotik kita tetap terjaga," imbuhnya.
"Kita tidak bisa hidup tanpa mikroba, karena jika kita membersihkan mikroba maka kita akan lemah dan tidak bisa hidup menjadi manusia," ujar Prof Subijanto yang adalah pakar probiotik.
Dia juga mengatakan, ada sekitar 1100 miliar mikroba yang hidup di usus manusia, hal ini menjadikan usus merupakan organ penting dalam sistem kesehatan manusia.
"Jika kita bisa mempertahankan 80 persen mikroba baik di usus kita dan membiarkan 20 persen mikroba jahat, maka kita akan sehat dan terhindar dari banyak penyakit. Jadi sangat penting kita makan makanan atau minuman berfermentasi agar asupan probiotik kita tetap terjaga," imbuhnya.
(msd)
Lihat Juga :