Gubernur Khofifah Sebut MTQ XXIX di Pamekasan Jadi Momentum Jatim Bangkit
Senin, 25 Oktober 2021 - 19:09 WIB
loading...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam (tengah) di sela launching MTQ XXIX di Pamekasan.Foto/ist
A
A
A
PAMEKASAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi XXIX di Kabupaten Pamekasan pada Minggu (24/10/2021) sore. Pelaksanaan MTQ Jatim XXIX sendiri akan digelar pada 2 - 11 November 2021 mendatang.
Dalam sambutannya, Khofifah mengingatkan, tujuan pelaksanaan MTQ Jatim XXIX bukan sekadar berlomba membaca Al-Quran dengan kriteria tajwid, fashohah (kefasihan membaca), gaya lagu dan suara saat membaca ayat suci Al Quran. Lebih dari itu, kata dia, MTQ juga menjadi ajang untuk mencintai dan memperkuat atmosfer qurani dalam kehidupan sehari-hari.
“Al Qur’an itu sebagai pedoman hidup. Saya berharap Al-Quran tidak hanya dibaca, tapi dipahami lalu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah saatnya kita membangun atmosfer kehidupan Qur'ani, perilaku Qur'ani, pikiran yang Qur'ani bahkan hatinya digerakkan nilai-nilai yang Qur'ani," tutur Khofifah.
Baca juga: Pengesahan APBD Jawa Timur 2022 Berpotensi Molor, Ada Apa?
Dengan total peserta 1.700 orang yang mewakili 38 Kabupaten/Kota di Jatim, Khofifah menyampaikan bahwa ajang MTQ Provinsi ini menjadi kesempatan untuk menyebar dan membangun kesantunan generasi penerus bangsa.
Menurutnya, sebagai bangsa besar yang majemuk dan dikelilingi berbagai perbedaan, melalui Atmosfer Qur'ani diharapkan bisa menciptakan masyarakat yang saling bisa memahami perbedaan yang satu dengan yang lain.
"Inilah proses yang harus kita lakukan untuk membangun kesantunan, tata krama nasional untuk bisa saling memahami perbedaan yang satu dengan yang lain. Jika ada perbedaan pendapat, tidak serta merta melakukan punishment, tetapi tabayyun," imbuhnya.
Dalam sambutannya, Khofifah mengingatkan, tujuan pelaksanaan MTQ Jatim XXIX bukan sekadar berlomba membaca Al-Quran dengan kriteria tajwid, fashohah (kefasihan membaca), gaya lagu dan suara saat membaca ayat suci Al Quran. Lebih dari itu, kata dia, MTQ juga menjadi ajang untuk mencintai dan memperkuat atmosfer qurani dalam kehidupan sehari-hari.
“Al Qur’an itu sebagai pedoman hidup. Saya berharap Al-Quran tidak hanya dibaca, tapi dipahami lalu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah saatnya kita membangun atmosfer kehidupan Qur'ani, perilaku Qur'ani, pikiran yang Qur'ani bahkan hatinya digerakkan nilai-nilai yang Qur'ani," tutur Khofifah.
Baca juga: Pengesahan APBD Jawa Timur 2022 Berpotensi Molor, Ada Apa?
Dengan total peserta 1.700 orang yang mewakili 38 Kabupaten/Kota di Jatim, Khofifah menyampaikan bahwa ajang MTQ Provinsi ini menjadi kesempatan untuk menyebar dan membangun kesantunan generasi penerus bangsa.
Menurutnya, sebagai bangsa besar yang majemuk dan dikelilingi berbagai perbedaan, melalui Atmosfer Qur'ani diharapkan bisa menciptakan masyarakat yang saling bisa memahami perbedaan yang satu dengan yang lain.
"Inilah proses yang harus kita lakukan untuk membangun kesantunan, tata krama nasional untuk bisa saling memahami perbedaan yang satu dengan yang lain. Jika ada perbedaan pendapat, tidak serta merta melakukan punishment, tetapi tabayyun," imbuhnya.
Lihat Juga :