Hari Santri Nasional, Guru Mengaji dan Santri di Maros Dapat Insentif
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 16:52 WIB
loading...
Bupati Maros, AS Chaidir Syam menyerahkan bantuan kepada guru pondok pesantren, saat peringatan Hari Hantri Nasional. Baca juga: SINDOnews/Najmi Limonu
A
A
A
MAROS - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Maros, dipusatkan di Lapangan Pallantikang, Jumat (22/10). Peringatan dilaksanakan dengan menggelar upacara, dihadiri ratusan santri dari berbagai pesantren yang ada di Maros.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam dalam sambutannya mengatakan, tahun ini diangkat tema Santri Siaga Jiwa Raga. Tema ini menurut Bupati merupakan bentuk pernyataan santri, sesuai dengan fungsi santri yang selalu siaga jiwa raga.
Baca juga: Walhi Sulsel Gagas Peta Partisipatif di Kabupaten Maros
"Agar selalu siap siaga membela dan mempertahankan persatuan Indonesia," ungkapnya.
Peringatan Hari Santri kali ini tidak sekadar seremonial. Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir, Kepala Kantor Kemenag Maros, Abd Hafied M Talla, sekaligus menyerahkan secara simbolis insentif untuk guru mengaji yang terdaftar di Kementrian Agama.
"Kami berikan kepada guru-guru mengaji yang namanya terdaftar di catatan Kementrian Agama, " katanya.
Mantan Ketua DPRD Maros itu mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan perhatian pemerintah kepada para guru mengaji.
"Semoga guru mengaji bisa memberikan pengajaran kepada anak-anak tentang pentingnya literasi Al-Qur'an," imbuh pria 44 tahun itu.
Baca juga: Bupati Maros Ingatkan Pentingnya Dokumen Kewarganegaraan
Chaidir juga mengajak para alim ulama, kyai, dan para santri untuk mendukung program pemerintah dalam melakukan vaksinasi. "Semoga para santri dan kyai terus menyosialisasikan vaksinasi di masyarakat, dan juga lingkungan keluarganya, " ucapnya.
Dia mengatakan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok santri dan warga pesantren di Kabupaten Maros telah mencapai 50 persen. Hal ini tidak terlepas dari perhatian dari pembina pesantren yang merespon positif pelaksanaan vaksinasi bagi santri. Chaidir juga berharap para santri menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Maros, Abdul Hafied M Talla mengatakan, selain guru mengaji, terdapat beberapa santri yang juga mendapatkan bantuan. "Guru mengaji 30 orang dan santri TPQ 40 orang dan santri pondok pesantren 30 orang," katanya. Dia mengatakan, insentif tersebut bersumber dari infaq Kementrian Agama Maros.
"Insentif bersumber dari infaq Kemenag selama ini dan disalurkan bertepatan pada hari santri, untuk jumlahnya secara keseluruhan sekitar Rp20 juta," ucapnya.
Bertepatan pada hari santri ini, Hafied juga meyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Maros.
Baca juga: Puluhan Relawan di Maros Dilatih Pencegahan Bencana Alam
"Kita mengapresiasi kepada Pemda Maros, yang telah mensejajarkan pondok pesantren, madrasah dan sekolah umum, sehingga kita tidak perlu khawatir terhadap kualitas pembiaan di pondok pesantren," tutupnya.
Sekedar diketahui, saat ini terdapat 24 pesantren di Kabupaten Maros. Sementara hanya 18 pesantren yang telah memiliki izin operasi.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam dalam sambutannya mengatakan, tahun ini diangkat tema Santri Siaga Jiwa Raga. Tema ini menurut Bupati merupakan bentuk pernyataan santri, sesuai dengan fungsi santri yang selalu siaga jiwa raga.
Baca juga: Walhi Sulsel Gagas Peta Partisipatif di Kabupaten Maros
"Agar selalu siap siaga membela dan mempertahankan persatuan Indonesia," ungkapnya.
Peringatan Hari Santri kali ini tidak sekadar seremonial. Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir, Kepala Kantor Kemenag Maros, Abd Hafied M Talla, sekaligus menyerahkan secara simbolis insentif untuk guru mengaji yang terdaftar di Kementrian Agama.
"Kami berikan kepada guru-guru mengaji yang namanya terdaftar di catatan Kementrian Agama, " katanya.
Mantan Ketua DPRD Maros itu mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan perhatian pemerintah kepada para guru mengaji.
"Semoga guru mengaji bisa memberikan pengajaran kepada anak-anak tentang pentingnya literasi Al-Qur'an," imbuh pria 44 tahun itu.
Baca juga: Bupati Maros Ingatkan Pentingnya Dokumen Kewarganegaraan
Chaidir juga mengajak para alim ulama, kyai, dan para santri untuk mendukung program pemerintah dalam melakukan vaksinasi. "Semoga para santri dan kyai terus menyosialisasikan vaksinasi di masyarakat, dan juga lingkungan keluarganya, " ucapnya.
Dia mengatakan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok santri dan warga pesantren di Kabupaten Maros telah mencapai 50 persen. Hal ini tidak terlepas dari perhatian dari pembina pesantren yang merespon positif pelaksanaan vaksinasi bagi santri. Chaidir juga berharap para santri menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Maros, Abdul Hafied M Talla mengatakan, selain guru mengaji, terdapat beberapa santri yang juga mendapatkan bantuan. "Guru mengaji 30 orang dan santri TPQ 40 orang dan santri pondok pesantren 30 orang," katanya. Dia mengatakan, insentif tersebut bersumber dari infaq Kementrian Agama Maros.
"Insentif bersumber dari infaq Kemenag selama ini dan disalurkan bertepatan pada hari santri, untuk jumlahnya secara keseluruhan sekitar Rp20 juta," ucapnya.
Bertepatan pada hari santri ini, Hafied juga meyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Maros.
Baca juga: Puluhan Relawan di Maros Dilatih Pencegahan Bencana Alam
"Kita mengapresiasi kepada Pemda Maros, yang telah mensejajarkan pondok pesantren, madrasah dan sekolah umum, sehingga kita tidak perlu khawatir terhadap kualitas pembiaan di pondok pesantren," tutupnya.
Sekedar diketahui, saat ini terdapat 24 pesantren di Kabupaten Maros. Sementara hanya 18 pesantren yang telah memiliki izin operasi.
(luq)
Lihat Juga :