Hadapi New Normal, FPKB Minta Pemkab Kendal Perhatikan Pesantren
Rabu, 03 Juni 2020 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Soal kesiapan Pemkab Kendal menghadapi New Normal, Ketua Komisi D DPRD Kendal, Mahfud Shodiq, mengatakan telah menghubungi mitra OPDnya. Pihaknya menyampaikan agar penyelenggaraan pendidikan dengan diberlakukannya Era New Normal memperhatikan protokol kesehatan.
“Terutama yang paling rentan memang pesantren. Dalam waktu dekat kami akan memanggil mitra OPD kami untuk mengetahui langkah apa saja yang akan disiapkan oleh pemerintah daerah menghadapi diberlakukannya era New Normal khususnya dengan dibukanya lagi proses belajar mengajar,” terang Mahfud.
Sementara itu, Ketua DPC PKB yang juga menjabat Ketua DPRD Kendal, H Muhammad Makmun, mengatakan pihak pengelola pesantren ingin bisa membuka kembali pesantrennya. Apalagi setelah diliburkan selama bulan puasa yang justru biasanya padat aktivitas.
Dikatakannya, setelah syawal para santri biasanya kembali ke pesantren masing-masing. Karena itu, imbuhnya, penerapan tatanan baru menjadi kabar baik bagi dunia pesantren.(Baca juga : Ulama Jateng Sepakat Zona Hijau Boleh Gelar Ibadah di Masjid )
“Kami mendukung agar pendidikan di pesantren bisa kembali dibuka. Meski penyelenggaraan pendidikan bisa dilakukan secara daring, ada nilai-nilai pendidikan pesantren yang tidak bisa digantikan. Karena itu, kami minta pemerintah daerah untuk bisa memfasilitasinya,” pungkasnya.
“Terutama yang paling rentan memang pesantren. Dalam waktu dekat kami akan memanggil mitra OPD kami untuk mengetahui langkah apa saja yang akan disiapkan oleh pemerintah daerah menghadapi diberlakukannya era New Normal khususnya dengan dibukanya lagi proses belajar mengajar,” terang Mahfud.
Sementara itu, Ketua DPC PKB yang juga menjabat Ketua DPRD Kendal, H Muhammad Makmun, mengatakan pihak pengelola pesantren ingin bisa membuka kembali pesantrennya. Apalagi setelah diliburkan selama bulan puasa yang justru biasanya padat aktivitas.
Dikatakannya, setelah syawal para santri biasanya kembali ke pesantren masing-masing. Karena itu, imbuhnya, penerapan tatanan baru menjadi kabar baik bagi dunia pesantren.(Baca juga : Ulama Jateng Sepakat Zona Hijau Boleh Gelar Ibadah di Masjid )
“Kami mendukung agar pendidikan di pesantren bisa kembali dibuka. Meski penyelenggaraan pendidikan bisa dilakukan secara daring, ada nilai-nilai pendidikan pesantren yang tidak bisa digantikan. Karena itu, kami minta pemerintah daerah untuk bisa memfasilitasinya,” pungkasnya.
(nun)
Lihat Juga :