Industri Hulu Migas di Natuna Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi dan Wisata
Selasa, 19 Oktober 2021 - 08:39 WIB
loading...
A
A
A
Efek industri hulu migas dalam memberikan dampak pada Kabupaten Natuna terlihat dari berbagai dukungan terhadap sektor pariwisata di kawasan Geopark Nasional Natuna. Untuk mendukung Geopark Nasional ini, SKK Migas bersama KKKS Medco E&P Natuna dan Premier Oil Natuna Sea BV selalu aktif melaksanakan berbagai Program Pembangunan Masyarakat (PPM) melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Di antaranya membangun arena bermain di lokasi Pantai Piwang, Ranai. Kemudian membangun gerbang, kamar bilas, toilet, gazebo, dan menara air di Pantai Batu Kasah. Selain itu ada pembangunan pelantar pelabuhan di Pulau Laut serta membangun taman bacaan di Batubi dan gazebo Bukit Gundul di Kecamatan Bunguran Timur Laut.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Natuna mengatakan dampak dari PPM melalui CSR ini sangat terasa bagi Kabupaten Natuna. Pasalnya di Pantai Piwang, masyarakat bisa bermain dan berolahraga. Sedangkan di Pantai Batu Kasah bisa meningkatkan perekonomian.
"Efeknya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk olahraga dan tempat bermain anak-anak di Pantai Piwang. Kalau perekonomian di sekitar Pantai Batu Kasah juga ikut meningkat," ujar Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Natuna, Khaidir.
Gerbang yang dibangun pada Pantai Batu Kasah diharapkan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung. Pemerintah Kabupaten Natuna berharap agar program yang dilaksanakan oleh SKK Migas bersama KKKS di Kabupaten Natuna bisa terus terlaksana. "Kita berharap SKK Migas memberikan bantuan untuk memajukan pariwisata di Natuna. Anggaran daerah kan kurang, jadi kita berharap dari CSR," harapnya.
Baca juga: Asyik Pesta Seks, 6 Remaja Laki-laki dan 3 Remaja Putri Diringkus Warga
Ketua BUMDes Indah Jaya, Salamun mengatakan, ada perubahan setelah dilaksanakan program SKK Migas bersama KKKS. Meski sedang pandemi COVID-19, wisatawan masih berlibur namun tetap menjalankan protokol kesehatan.
Sebelum adanya program tersebut, wisatawan yang berkunjung tidak terlalu ramai. Hal tersebut tidak menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. "Dulu sepi. Tak terlalu ramai. Tapi kalau ramai, toilet dan tempat bilas jadi antri," ucap Salamun.
Tahun 2020, SKK Migas bersama KKKS membangun pintu gerbang, empat toilet, empat kamar bilas, tower air dan tong penampungan. Diharapkan rencana pembuatan lahan parkir yang sudah diwacanakan akan segera terealisasi.
Pada pandemi COVID-19, Pantai Batu Kasah sempat tutup selama lima bulan. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk menjaring wisatawan atau pengunjung. "Kita pernah tutup. Namun sekali dibuka, wisatawan jadi ramai. Karena adanya bantuan SKK Migas tadi," katanya.
Rika, salah seorang pengunjung Pantai Batu Kasah mengaku takjub dengan perubahan pantai itu. Dirinya pernah berlibur pada tiga tahun lalu namun jera karena tidak terawat. "Pantai Batu Kasah ini semakin indah. Saya suka. Aman bagi anak-anak. Kalau tiga tahun lalu, saya tidak suka kesini karena jorok. Kini suka karena terawat," ucapnya.
Di antaranya membangun arena bermain di lokasi Pantai Piwang, Ranai. Kemudian membangun gerbang, kamar bilas, toilet, gazebo, dan menara air di Pantai Batu Kasah. Selain itu ada pembangunan pelantar pelabuhan di Pulau Laut serta membangun taman bacaan di Batubi dan gazebo Bukit Gundul di Kecamatan Bunguran Timur Laut.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Natuna mengatakan dampak dari PPM melalui CSR ini sangat terasa bagi Kabupaten Natuna. Pasalnya di Pantai Piwang, masyarakat bisa bermain dan berolahraga. Sedangkan di Pantai Batu Kasah bisa meningkatkan perekonomian.
"Efeknya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk olahraga dan tempat bermain anak-anak di Pantai Piwang. Kalau perekonomian di sekitar Pantai Batu Kasah juga ikut meningkat," ujar Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kabupaten Natuna, Khaidir.
Gerbang yang dibangun pada Pantai Batu Kasah diharapkan bisa menarik wisatawan untuk berkunjung. Pemerintah Kabupaten Natuna berharap agar program yang dilaksanakan oleh SKK Migas bersama KKKS di Kabupaten Natuna bisa terus terlaksana. "Kita berharap SKK Migas memberikan bantuan untuk memajukan pariwisata di Natuna. Anggaran daerah kan kurang, jadi kita berharap dari CSR," harapnya.
Baca juga: Asyik Pesta Seks, 6 Remaja Laki-laki dan 3 Remaja Putri Diringkus Warga
Ketua BUMDes Indah Jaya, Salamun mengatakan, ada perubahan setelah dilaksanakan program SKK Migas bersama KKKS. Meski sedang pandemi COVID-19, wisatawan masih berlibur namun tetap menjalankan protokol kesehatan.
Sebelum adanya program tersebut, wisatawan yang berkunjung tidak terlalu ramai. Hal tersebut tidak menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. "Dulu sepi. Tak terlalu ramai. Tapi kalau ramai, toilet dan tempat bilas jadi antri," ucap Salamun.
Tahun 2020, SKK Migas bersama KKKS membangun pintu gerbang, empat toilet, empat kamar bilas, tower air dan tong penampungan. Diharapkan rencana pembuatan lahan parkir yang sudah diwacanakan akan segera terealisasi.
Pada pandemi COVID-19, Pantai Batu Kasah sempat tutup selama lima bulan. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk menjaring wisatawan atau pengunjung. "Kita pernah tutup. Namun sekali dibuka, wisatawan jadi ramai. Karena adanya bantuan SKK Migas tadi," katanya.
Rika, salah seorang pengunjung Pantai Batu Kasah mengaku takjub dengan perubahan pantai itu. Dirinya pernah berlibur pada tiga tahun lalu namun jera karena tidak terawat. "Pantai Batu Kasah ini semakin indah. Saya suka. Aman bagi anak-anak. Kalau tiga tahun lalu, saya tidak suka kesini karena jorok. Kini suka karena terawat," ucapnya.
(eyt)
Lihat Juga :