Pemkab Wajo dan Perum Bulog Teken MoU Pengadaan Beras ASN
Senin, 18 Oktober 2021 - 18:28 WIB
loading...
Bupati Wajo, Amran Mahmud meneken MoU bersama pihak Perum Bulog Cabang Wajo untuk penyaluran beras bagi ASN. Foto: SINDOnews/Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo bersama Perum Bulog Sub Divre Wajo meneken nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Pola Kantor Bupati, Senin (18/10). MoU ini terkait pengadaan beras bagi ASN.
Bupati Wajo, Amran Mahmud menyampaikan terima kasih kepada pihak Perum Bulog atas kontribusinya di Kabupaten Wajo. Salah satunya penyaluran beras untuk ASN yang dilakukan atas perintah Plt Gubernur Sulsel.
Baca juga:Kabupaten Wajo Dapat Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
"Hari ini kita kembali melakukan kerja sama dengan Bulog. Insyaallah, ini tentu akan bermanfaat untuk Pemerintah Kabupaten Wajo. Khususnya bagi ASN kita yang setelah MoU ini bisa terlayani dengan layanan pengadaan beras yang berkualitas," ujarnya.
Dengan MoU ini kata Amran, akan memperkuat komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Wajo dan terus mendorong sektor ekonomi masyarakat Wajo yang seluas-luasnya.
"Untuk itu, saya berharap dukungan penuh dari kepala perangkat daerah dalam implementasi nota kesepahaman ini, yang nantinya akan disosialisasikan oleh Kepala Perum Bulog Subdivre Kabupaten Wajo," ujar Bupati.
Baca juga:Pemkab Wajo Raih Opini WTP Enam Kali Berturut-turut
Sementara itu, Kepala Cabang Perum Bulog Wajo, Lutfi Said mengatakan, MoU ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Wajo dan Perum Bulog tetap berkomunikasi dengan baik dalam hal pembangunan masyarakat di bidang pertanian.
Utamanya petani-petani lokal kabupaten wajo untuk mendapatkan kesejahteraan yang adil dan merata. "Tujuannya untuk membuka pasar baru penyaluran beras yang diserap Perum Bulog Cabang Wajo pada saat musim panen," terangnya.
Baca juga:Buka Pelatihan Kewirausahaan, Bupati Wajo Harap Motivasi PesertaMeningkat
Menurut Lukman, Perum Bulog secara aktif terus menyerap hasil panen petani di tengah kondisi pandemi saat ini.
"Kerja sama akan di jadikan sebagai pembuktian bahwa kita semua mau berkontribusi untuk menjadi pelopor, menjadi contoh sebagai Kabupaten yang menjadikan hasil panen petani lokal dikonsumsi oleh para ASN, dari bawah hingga unsur pimpinan tingkat atas," tandasnya.
Bupati Wajo, Amran Mahmud menyampaikan terima kasih kepada pihak Perum Bulog atas kontribusinya di Kabupaten Wajo. Salah satunya penyaluran beras untuk ASN yang dilakukan atas perintah Plt Gubernur Sulsel.
Baca juga:Kabupaten Wajo Dapat Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
"Hari ini kita kembali melakukan kerja sama dengan Bulog. Insyaallah, ini tentu akan bermanfaat untuk Pemerintah Kabupaten Wajo. Khususnya bagi ASN kita yang setelah MoU ini bisa terlayani dengan layanan pengadaan beras yang berkualitas," ujarnya.
Dengan MoU ini kata Amran, akan memperkuat komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Wajo dan terus mendorong sektor ekonomi masyarakat Wajo yang seluas-luasnya.
"Untuk itu, saya berharap dukungan penuh dari kepala perangkat daerah dalam implementasi nota kesepahaman ini, yang nantinya akan disosialisasikan oleh Kepala Perum Bulog Subdivre Kabupaten Wajo," ujar Bupati.
Baca juga:Pemkab Wajo Raih Opini WTP Enam Kali Berturut-turut
Sementara itu, Kepala Cabang Perum Bulog Wajo, Lutfi Said mengatakan, MoU ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Wajo dan Perum Bulog tetap berkomunikasi dengan baik dalam hal pembangunan masyarakat di bidang pertanian.
Utamanya petani-petani lokal kabupaten wajo untuk mendapatkan kesejahteraan yang adil dan merata. "Tujuannya untuk membuka pasar baru penyaluran beras yang diserap Perum Bulog Cabang Wajo pada saat musim panen," terangnya.
Baca juga:Buka Pelatihan Kewirausahaan, Bupati Wajo Harap Motivasi PesertaMeningkat
Menurut Lukman, Perum Bulog secara aktif terus menyerap hasil panen petani di tengah kondisi pandemi saat ini.
"Kerja sama akan di jadikan sebagai pembuktian bahwa kita semua mau berkontribusi untuk menjadi pelopor, menjadi contoh sebagai Kabupaten yang menjadikan hasil panen petani lokal dikonsumsi oleh para ASN, dari bawah hingga unsur pimpinan tingkat atas," tandasnya.
(luq)
Lihat Juga :