Dor!!! Rumah Wakil Ketua IJTI Pengda Papua Barat Ditembak OTK
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 19:10 WIB
loading...
Rumah Wakil Ketua Pengda IJTI Papua Barat, Maikel Djasman ditembak orang tidak dikenal. Foto/iNews TV/Chanry Andrew Suripatty
A
A
A
SORONG - Aksi penembakan menimpa rumah Wakil Ketua Pengda IJTI Papua Barat, Maikel Djasman, Sabtu (16/10/2021) sekitar pukul 14.30 WIT. Tembok rumah yang beralamat di Jalan TPU, Bambu Kuning km 10, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, tertembus peluru.
Baca juga: Pelaku Penganiayaan Ditembak hingga Koma, Warga Desa Balebo Blokade Jalan Utama Luwu Utara
Maichel mengaku, penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) tersebut, terjadi saat dirinya dan keluarga sedang istirahat siang di kamar. Tiba-tiba terdengar bunyi yang cukup keras dari atas atap rumah. "Saat itu saya dan anak-anak sedang berada di kamar nonton televisi, tiba-tiba bunyi atap rumah sangat kuat," ungkap Maikel Djasman.
Saat kejadian tersebut, Djasman mengaku tidak mendengar adanya bunyi letusan senjata api, namun tiba-tiba proyektil peluru masuk di dalam rumah, tembus dari atap melewati plafon rumah.
Baca juga: Kejam! Teror Korban hingga Depresi, 1 Kolektor Pinjol Ilegal Jadi Tersangka
"Ketika peluru masuk di dalam rumah, dengan bunyi yang kuat tersebut membuat alarm di mobil tiba-tiba bunyi. Pas keluar saya lihat ke atas, plafon rumah sudah berlubang. Saat itu saya dan keluarga mencari apa yang buat sampai berlubang, ternyata ada sebutir peluru di lantai teras," ujarnya.
Atas kejadian itu, Djasman didampingi beberapa pengurus IJTI Pengda Papua Barat, langsung melapor ke Polsek Sorong Timur. "Saya sudah dimintai keterangan di Polsek Sorong Timur," ungkap Djasman yang juga kontirbutor TVRI tersebut.
Baca juga: Selamat dari Susur Sungai Maut di Ciamis, Santri Ini Mengaku Ditolong Wanita Cantik Misterius
Pihak keluarga juga sampai saat ini masih merasa takut alias trauma pasca kejadian. "Istri dan anak-anak saya, serta keluarga di rumah semuanya takut atas peristiwa ini, puji Tuhan semua dalam lindungan Tuhan Yesus," ungkapnya.
Atas peristiwa ini, pihak IJTI Pengda Papua Barat, meminta pihak kepolisian untuk dapat mengusut tuntas kasus peluru nyasar tersebut. "Kami berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut. Rekan-rekan IJTI Pengda Papua Barat, sudah bersama-sama dengan saudara Djasman mendampingi di Polsek, dan ada juga yang saya perintahkan untuk mendampingi pihak keluarga di rumah," tegas Ketua IJTI Pengda Papua Barat, Chanry Andrew Suripatty.
Baca juga: Tangis Pecah Mengiringi Pemakaman Leonal Adi Putra, Bocah 8 Tahun Korban Gempa Bali
Dsri informasi awal yang didapatkan, menurut Chanry, diduga ada tindakan kepolisian terhadap pelaku kejahatan di sekitar rumah Wakil Ketua IJTI Pengda Papua Barat, namun berimbas adanya peluru nyasar.
"Keselamatan penduduk sekitar lokasi juga wajib menjadi perhatian pihak kepolisian dalam melakukan penindakan hukum, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini," jelasnya.
Baca juga: Pelaku Penganiayaan Ditembak hingga Koma, Warga Desa Balebo Blokade Jalan Utama Luwu Utara
Maichel mengaku, penembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) tersebut, terjadi saat dirinya dan keluarga sedang istirahat siang di kamar. Tiba-tiba terdengar bunyi yang cukup keras dari atas atap rumah. "Saat itu saya dan anak-anak sedang berada di kamar nonton televisi, tiba-tiba bunyi atap rumah sangat kuat," ungkap Maikel Djasman.
Saat kejadian tersebut, Djasman mengaku tidak mendengar adanya bunyi letusan senjata api, namun tiba-tiba proyektil peluru masuk di dalam rumah, tembus dari atap melewati plafon rumah.
Baca juga: Kejam! Teror Korban hingga Depresi, 1 Kolektor Pinjol Ilegal Jadi Tersangka
"Ketika peluru masuk di dalam rumah, dengan bunyi yang kuat tersebut membuat alarm di mobil tiba-tiba bunyi. Pas keluar saya lihat ke atas, plafon rumah sudah berlubang. Saat itu saya dan keluarga mencari apa yang buat sampai berlubang, ternyata ada sebutir peluru di lantai teras," ujarnya.
Atas kejadian itu, Djasman didampingi beberapa pengurus IJTI Pengda Papua Barat, langsung melapor ke Polsek Sorong Timur. "Saya sudah dimintai keterangan di Polsek Sorong Timur," ungkap Djasman yang juga kontirbutor TVRI tersebut.
Baca juga: Selamat dari Susur Sungai Maut di Ciamis, Santri Ini Mengaku Ditolong Wanita Cantik Misterius
Pihak keluarga juga sampai saat ini masih merasa takut alias trauma pasca kejadian. "Istri dan anak-anak saya, serta keluarga di rumah semuanya takut atas peristiwa ini, puji Tuhan semua dalam lindungan Tuhan Yesus," ungkapnya.
Atas peristiwa ini, pihak IJTI Pengda Papua Barat, meminta pihak kepolisian untuk dapat mengusut tuntas kasus peluru nyasar tersebut. "Kami berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut. Rekan-rekan IJTI Pengda Papua Barat, sudah bersama-sama dengan saudara Djasman mendampingi di Polsek, dan ada juga yang saya perintahkan untuk mendampingi pihak keluarga di rumah," tegas Ketua IJTI Pengda Papua Barat, Chanry Andrew Suripatty.
Baca juga: Tangis Pecah Mengiringi Pemakaman Leonal Adi Putra, Bocah 8 Tahun Korban Gempa Bali
Dsri informasi awal yang didapatkan, menurut Chanry, diduga ada tindakan kepolisian terhadap pelaku kejahatan di sekitar rumah Wakil Ketua IJTI Pengda Papua Barat, namun berimbas adanya peluru nyasar.
"Keselamatan penduduk sekitar lokasi juga wajib menjadi perhatian pihak kepolisian dalam melakukan penindakan hukum, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini," jelasnya.
(eyt)
Lihat Juga :