Parit Besar di Luar Benteng Ibu Kota Pajajaran, Bukti Prabu Siliwangi Menguasai Pertanian

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 09:02 WIB
Parit Besar di Luar Benteng Ibu Kota Pajajaran, Bukti Prabu Siliwangi Menguasai Pertanian
Kerajaan Pajajaran di bawah Prabu Siliwangi telah menguasai pertanian sejak dulu. (Ist)
A A A
Prabu Siliwangi yang memerintah Kerajaan Pajajaran konon sempat membuat parit yang besar di luar Benteng Pakuan. Parit ini digunakan untuk mengaliri drainase air di persawahan warga.

Benteng yang dikelilingi parit ini sendiri, sebagaimana dikutip dari buku "Hitam Putih Pajajaran : dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran", membentang dari Jembatan Bondongan sampai stasiun Batutulis, mengikuti rel kereta api sekarang.

Terdapat juga Gunungan dan Telaga Rena Mahawijaya yang letaknya berada di Bukit Badigul Rancamaya dan pada kaki Bukit Badigul. Telaga Rena Mahawijaya merupakan danau buatan yang diperuntukkan sebagai tempat upacara srada.

Seiring berkembangnya zaman, fungsi telaga ini tidak hanya sebagai tempat upacara, tetapi memiliki multifungsi yang implikasinya berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat. Wujud positif dari adanya Telaga Rena Mahawijaya adalah sebagai area penampungan air untuk membuat persediaan air ketika musim kemarau datang.

Sementara di ibu kota kerajaan Pakuan tinggal raja-raja Pajajaran dan warisan dari kerajaan terdahulu Sunda dan Galuh. Wilayah ini berada di dalam benteng yang tersusun kokoh untuk melindungi ibu kota Pakuan.

Potret raja yang menjadi simbolis masyarakat Sunda atas kebijaksanaan dalam memimpin rakyatnya adalah Sri Baduga Maharaja, atau lebih dikenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. Baca: Tak Dipinjami Uang Rp3 Juta, Zul Tega Habisi Nenek Dahniar dengan Pisau Cutter.

Nama Siliwangi ini tercatat dalam naskah Siksasandang Karesian dan Carita Parahiyangan sebagai lakon pantun. Naskah tersebut tertulis Een koperen beeld (Praboe Siliwangi) in Telaga Bij Cheribon. Menurut tradisi lama, masyarakat Sunda terlalu segan atau tidak memperbolehkan menyebut seorang raja Kerajaan Pajajaran dengan sebutan Prabu Siliwangi. Baca Juga: Mengaku Tak Cukup Diberi Suami Rp3 Juta per Bulan, Ibu Muda Curi Uang di Toko.



Hingga sekarang masyarakat Sunda lebih mengenal Prabu Siliwangi dari pada Sri Baduga Maharaja, padahal kedua nama tersebut adalah satu orang yang menyandang asli dan gelar.
(nag)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1625 seconds (10.177#12.26)