Cerita Siswa di Grobogan Mencari Sinyal untuk Belajar sambil Refreshing
Rabu, 03 Juni 2020 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
Irfan dan teman-teman naik ke puncak bukit pada pagi dan pulang sore hari. Sebelum berswafoto dan menikmati pemandangan dari puncak bukit, anak-anak desa terpencil ini terlebih dahulu mengerjakan tugas sekolah karena selama di rumah tidak ada jaringan internet sehingga tidak bisa mengirim laporan ke sekolah. Sebuah modem internet mereka pasang di atas pohon agar sinyal internet bisa tertangkap lebih kuat.
Kepala Desa Suwatu, Riyanto telah berulang kali mengupayakan pemasangan jaringan internet agar anak-anak tidak harus bolak-balik dan tinggal di atas bukit setiap hari untuk berburu sinyal. Namun hingga kini belum ada respons dari pemerintah.
"Suwatu adalah desa terpencil yang dikelilingi oleh perbukitan tinggi yang jauh dari pusat perekonomian. Untuk sampai di pusat perekonomian kota, warga harus menempuh perjalanan melintasi hutan sejauh 17 kilometer," kata Riyanto.
Ketika senja mulai muncul, anak-anak mulai bersiap untuk menuruni bukit dan kembali ke rumah. Jalan setapak menuju puncak bukit ini tidak akan bisa dilalui ketika hujan turun. Jalan akan berubah menjadi lumpur dan licin sehingga sulit untuk dilalui. Para pelajar desa terpencil ini berharap agar virus corona segera berakhir sehingga bisa kembali belajar dan berkumpul bersama teman-teman sekolah.
Kepala Desa Suwatu, Riyanto telah berulang kali mengupayakan pemasangan jaringan internet agar anak-anak tidak harus bolak-balik dan tinggal di atas bukit setiap hari untuk berburu sinyal. Namun hingga kini belum ada respons dari pemerintah.
"Suwatu adalah desa terpencil yang dikelilingi oleh perbukitan tinggi yang jauh dari pusat perekonomian. Untuk sampai di pusat perekonomian kota, warga harus menempuh perjalanan melintasi hutan sejauh 17 kilometer," kata Riyanto.
Ketika senja mulai muncul, anak-anak mulai bersiap untuk menuruni bukit dan kembali ke rumah. Jalan setapak menuju puncak bukit ini tidak akan bisa dilalui ketika hujan turun. Jalan akan berubah menjadi lumpur dan licin sehingga sulit untuk dilalui. Para pelajar desa terpencil ini berharap agar virus corona segera berakhir sehingga bisa kembali belajar dan berkumpul bersama teman-teman sekolah.
(abd)
Lihat Juga :