Kebut Proyek Bandara Bira, Bupati Bulukumba Tak Mau Ada Konflik Kepentingan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:08 WIB
loading...
Rapat konsolidasi terkait pembangunan Bandara Wisata Bira di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Selasa (12/10). Foto: SINDOnews/Eky Hendrawan
A
A
A
BULUKUMBA - Proyek pembangunan Bandara Wisata Bira, Kabupaten Bulukumba, terus dikebut. Saat ini telah memasuki tahap pembahasan terkait pembebasan lahan.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, meminta seluruh pihak yang terlibat pembangunan bandara untuk mengedepankan kepentingan umum. Harus selalu berkoordinasi guna akselerasi pembangunan. Tidak diinginkannya muncul konflik kepentingan dalam pembangunan bandara tersebut.
Baca juga:Pemkab Bulukumba Kejar Realisasi Target Vaksinasi 30% hingga Akhir Tahun
Guna mempermantap persiapan dan menguatkan koordinasi, pihaknya telah menggelar rapat konsolidasi di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Selasa (12/10). Tidak cuma menghadirkan unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba , tetapi juga instansi dan stakeholder lainnya.
"Saya ingatkan untuk jangan sekali-kali ada pihak yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi yang dapat menghambat proses ini," kata Andi Utta-sapaan akrab Bupati.
Ia menekankan, pembebasan lahan dan pembangunan Bandara Wisata Bira akan digenjotnya agar segera terealisasi. Diharapkan dapat tuntas di masa pemerintahannya. Bila bandara itu rampung, pihaknya optimistis dapat menyokong pertumbuhan ekonomi, terkhusus sektor pariwisata Bulukumba.
"Kita harap proses ini tidak perlu berlarut-larut jika semua pihak dapat mengambil peran untuk membantu pembebasan dan pembangunan bandara wisata ini. Semuanya demi Bulukumba yang lebih maju dan sejahtera," tutur bupati berlatar belakang pengusaha tersebut.
Baca juga:Usulan Pinjaman Pemkab Bulukumba Direstui Rp75 Miliar
Olehnya itu, Andi Utta menyampaikan pertemuan tersebut amat penting dalam rangka menemukan kesepahaman bersama untuk mengawali proses pembebasan lahan. Sekadar diketahui, pembebasan lahan sempat terhenti beberapa tahun terakhir karena sejumlah kendala. Nah, kendala maupun permasalahan itu dipetakan ulang dalam rapat konsolidasi guna menyusun langkah strategis penyelesaian.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah, memaparkan memang ada beberapa kendala yang dihadapi dalam proses pembebasan lahan dan pembangunan Bandara Wisata Bira. Di antaranya yakni perubahan arah landas pacu dari gambar perencanaan alias master plan dengan koordinat area dari BPN Bulukumba.
Khusus pembebasan lahan, ia mengungkap kendalanya terletak pada sebagian bidang tanah di lokasi ternyata tidak memiliki dokumen yang sah. Di samping itu, proses pembangunan bandara juga terkendala penerbitan surat persetujuan teknis dari Dirjen Perhubungan Udara dan penerbitan penetapan lokasi dari Menteri Perhubungan RI.
Demi akselerasi pembangunan bandara, ia mengakui butuh koordinasi secara berkala, melibatkan stakeholder terkait dan tentunya Kementerian Perhubungan. Pihaknya juga akan mendorong revisi dokumen perencanaan dengan menyesuaikan status bandara yang akan dibangun.
Baca juga:Taruna Politeknik Transportasi Darat Indonesia PKL di Bulukumba
Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Patudangi Azis, mendukung upaya akselerasi pembangunan Bandara Wisata Bira. Adapun sebagai lembaga legislatif, pihaknya akan terus melakukan pengawasan sekaligus pengawalan pembangunan bandara tersebut.
"Dokumennya harus dilengkapi dan direview. Nah, hasil review ini kemudian didorong penganggarannya di DPRD, karena di DPRD itu yang kita mau lihat," ungkapnya.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, meminta seluruh pihak yang terlibat pembangunan bandara untuk mengedepankan kepentingan umum. Harus selalu berkoordinasi guna akselerasi pembangunan. Tidak diinginkannya muncul konflik kepentingan dalam pembangunan bandara tersebut.
Baca juga:Pemkab Bulukumba Kejar Realisasi Target Vaksinasi 30% hingga Akhir Tahun
Guna mempermantap persiapan dan menguatkan koordinasi, pihaknya telah menggelar rapat konsolidasi di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Selasa (12/10). Tidak cuma menghadirkan unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba , tetapi juga instansi dan stakeholder lainnya.
"Saya ingatkan untuk jangan sekali-kali ada pihak yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi yang dapat menghambat proses ini," kata Andi Utta-sapaan akrab Bupati.
Ia menekankan, pembebasan lahan dan pembangunan Bandara Wisata Bira akan digenjotnya agar segera terealisasi. Diharapkan dapat tuntas di masa pemerintahannya. Bila bandara itu rampung, pihaknya optimistis dapat menyokong pertumbuhan ekonomi, terkhusus sektor pariwisata Bulukumba.
"Kita harap proses ini tidak perlu berlarut-larut jika semua pihak dapat mengambil peran untuk membantu pembebasan dan pembangunan bandara wisata ini. Semuanya demi Bulukumba yang lebih maju dan sejahtera," tutur bupati berlatar belakang pengusaha tersebut.
Baca juga:Usulan Pinjaman Pemkab Bulukumba Direstui Rp75 Miliar
Olehnya itu, Andi Utta menyampaikan pertemuan tersebut amat penting dalam rangka menemukan kesepahaman bersama untuk mengawali proses pembebasan lahan. Sekadar diketahui, pembebasan lahan sempat terhenti beberapa tahun terakhir karena sejumlah kendala. Nah, kendala maupun permasalahan itu dipetakan ulang dalam rapat konsolidasi guna menyusun langkah strategis penyelesaian.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah, memaparkan memang ada beberapa kendala yang dihadapi dalam proses pembebasan lahan dan pembangunan Bandara Wisata Bira. Di antaranya yakni perubahan arah landas pacu dari gambar perencanaan alias master plan dengan koordinat area dari BPN Bulukumba.
Khusus pembebasan lahan, ia mengungkap kendalanya terletak pada sebagian bidang tanah di lokasi ternyata tidak memiliki dokumen yang sah. Di samping itu, proses pembangunan bandara juga terkendala penerbitan surat persetujuan teknis dari Dirjen Perhubungan Udara dan penerbitan penetapan lokasi dari Menteri Perhubungan RI.
Demi akselerasi pembangunan bandara, ia mengakui butuh koordinasi secara berkala, melibatkan stakeholder terkait dan tentunya Kementerian Perhubungan. Pihaknya juga akan mendorong revisi dokumen perencanaan dengan menyesuaikan status bandara yang akan dibangun.
Baca juga:Taruna Politeknik Transportasi Darat Indonesia PKL di Bulukumba
Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Patudangi Azis, mendukung upaya akselerasi pembangunan Bandara Wisata Bira. Adapun sebagai lembaga legislatif, pihaknya akan terus melakukan pengawasan sekaligus pengawalan pembangunan bandara tersebut.
"Dokumennya harus dilengkapi dan direview. Nah, hasil review ini kemudian didorong penganggarannya di DPRD, karena di DPRD itu yang kita mau lihat," ungkapnya.
(luq)
Lihat Juga :