Jadi Favorit Bung Karno, Musik Keroncong Sempat Dicap PKI

Senin, 11 Oktober 2021 - 05:49 WIB
loading...
Jadi Favorit Bung Karno,...
Penampilan grup musik keroncong di Museum Musik Indonesia, Malang. Foto/MPI/Avirista Midaada
A A A
MALANG - Tak pernah disanksikan lagi kecintaan Bung Karno terhadap kesenian, termasuk di dalamnya musik keroncong. Presiden pertama Indonesia, yang juga proklamator kemerdekaan ini, sangat mencintai keroncong dan bahkan mempromosikannya kemanapun dia pergi.

Baca juga: Sundari Soekotjo Penyanyi Keroncong Era 1980-an, Begini Kehidupanya Sekarang

Sejarawan dan peneliti keroncong Rakai Hino Galeswangi menuturkan, Bung Karno dalam biografinya pernah menuturkan bahwa genre musik keroncong inilah yang menjadi favoritnya, sebab musik ini merupakan produk asli Indonesia.



"Bung Karno nyimpulkan (musik keroncong ) punyanya Indonesia, bukan punya luar (negeri), makanya dengan memunculkan sifat nasionalisnya, yang membangga-banggakan dirinya Bung Karno kan orangnya narsis, Indonesia adalah saya, saya adalah Indonesia, maka harusnya produk apapun Indonesia harus saya munculkan," ucap Rakai Hino, Minggu (10/10/2021).

Baca juga: Paregreg Perang Saudara yang Picu Hancurnya Majapahit

" Bung Karno pernah menyumbang dan menggandrungi juga musik keroncong. Dia senang banget musik keroncong itu, ke genre keroncong, beliau menganggap inilah produk Indonesia asli," tambahnya.

Tercatat Bung Karno pernah memutarkan musik keroncong yang jadi favoritnya saat kunjungannya ke Belanda, dan beberapa negara lainnya. Hal ini tentu membuat musik keroncong menjadi kian dikenal di beberapa negara, sebagai musik asli Indonesia.

Baca juga: Mobil Vaksin Keliling Disebar, Fokus Percepat Vaksinasi COVID-19 di Gerbang Kertasusila

Namun karena identiknya musik keroncong dengan Bung Karno, pasca kejadian G30S/PKI keroncong diidentikkan dengan musiknya para kaum kiri dan menjadi musuh negara, yang tak diperbolehkan dimainkan.

Bahkan pasca peristiwa 65, pihaknya mencatat ada penghentian memainkan lagu keroncong kepada seniman asal Jakarta, yang dianggap menjadi anggota Lekra, organisasi sayap kesenian yang berafiliasi dengan PKI.

"Ada kasus seorang kakek di Jakarta namanya Supaksi, dihentikan (main keroncong ) karena diindikasikan dia memainkan lagu-lagu yang mengarah katanya dianggap warnanya orang merah komunis. Pasca 65 dihentikan dianggap sebagai Lekra, padahal dia bukan Lekra. Dia ngamennya memang genre-nya keroncong, tapi dianggap sebagai Lekra," terangnya.

Baca juga: Tak Pernah Tunda Pelaksanaan Travel Bubble, Gubernur: Kepri Siap Terima Wisman

Keberpihakan Bung Karno kepada blok kiri di ujung pemerintahannya sebagai presiden, juga membuat stereotipe musik keroncong identik dengan komunis semakin kuat. Hal ini diperparah peristiwa G30S/PKI.

"Ambisinya Bung Karno itu (mempromosikan musik keroncong) yang nggak bisa dihilangkan, tapi dari situ dia akhirnya tersandung, mungkin kayak gitu. Makanya pasca peristiwa 65 orang-orang (yang main musik) keroncong itu dianggap pro-Soekarno dan berkomunis, makanya orang keroncong dianggap juga orang komunis, orang Lekra," jelasnya.

Sementara itu pendiri Museum Musik Indonesia (MMI) Hengki Herwanto mengakui, Bung Karno merupakan pecinta musik keroncong. Bahkan ada salah satu album yang berisikan lagu-lagu pilihan Bung Karno.

Baca juga: Viral Aksi Balap Liar di Tasikmalaya, Tim Maung Galunggung Tangkap 15 Remaja dan Sita 13 Motor

"Jadi ada salah satu album dalam koleksi kita menunjukkan bahwa Bung Karno merupakan pecinta musik nasional, termasuk keroncong. Jadi dalam album itu, isi lagu-lagunya itu merupakan pilihan Bung Karno, " kata Hengki.

Album itu berhasil didokumentasikan dan diarsipkan dalam bentuk digital. Tujuannya semata-mata demi dapat mengabadikan bukti-bukti otentik sejarah bangsa agar tak hilang ditelan zaman, serta tetap bisa diakses masyarakat luas.

" Keroncong sebagai musik yang lahir di negara kita perlu diperkenalkan, disosialisasikan, dan diedukasikan ke generasi muda, untuk memahami warisan budaya bangsa kita," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Cetak Generasi Muda...
Cetak Generasi Muda Jadi Musisi Dunia, 7 Band Ikuti Kompetisi Musik di Gading Serpong
Kongres XXII GMNI di...
Kongres XXII GMNI di Bandung Ditutup, Sujahri Sampaikan Kata Puitis Bung Karno
Ikut Arah Juang Bung...
Ikut Arah Juang Bung Karno, Baguna PDIP Sasar Pasar Tradisional Bagikan Kacamata
Potret Pramono Anung...
Potret Pramono Anung Dampingi Megawati Soekarnoputri Ziarah Makam Bung Karno
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Baskara Putra Raih Penghargaan...
Baskara Putra Raih Penghargaan Musik Bergengsi di Jepang Lewat Lagu 'everything u are'
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved