Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Memalukan Dialog Bupati Pemalang dengan Wartawan Ricuh, Videonya Viral di Medsos

loading...
Memalukan Dialog Bupati Pemalang dengan Wartawan Ricuh, Videonya Viral di Medsos
Dialog antara Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo dengan wartawan diwarnai kericuhan hingga nyaris terjadi baku hantam. Foto/iNews TV/Suryono Sukarno
PEMALANG - Aksi tidak terpuji terjadi saat dialog antara Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo dengan wartawan, pada Kamis (7/10/2021). Dialog di Pendopo Disparpora Pemalang tersebut, diwarnai kericuhan. Bahkan, video kericuhan itu viral di media sosial (Medsos).

Baca juga: Sidang Asabri Ricuh, Pakar Hukum: Perkara Besar Sidang Harus Terpisah

Ratusan wartawan yang diundang dalam acara tersebut, terlibat adu mulut dan nyaris baku hantam. Acara tersebut, pada awalnya berjalan dengan baik, dan dimoderatori Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskominfo Pemalang, Muji Syukur.





Saat dibuka kesempatan untuk bertanya, ada peserta dialog yang mempertanyakan sulitnya akses informasi di lingkungan Pemkab Pemalang. Setelah itu, dialog tiba-tiba dihentikan oleh moderator dengan alasan waktunya terbatas.

Baca juga: Kisah Asmara Pangeran Diponegoro, Pria Romantis Dipaksa Menikah Kedua Kali untuk Kepentingan Politis

Penghentian dialog secara mendadak ini, memicu terjadinya keributan. Pasalnya, sejumlah wartawan yang masih ingin bertanya akhirnya gagal mendapatkan kesempatan. Adu mulut pun tak terhindarkan lagi, bahkan nyaris terjadi perkelahian di dalam pendopo.

Musji Syukur mengatakan, sangat menyesalkan terjadinya kericuhan saat pertemuan dengan wartawan tersebut. "Saya meminta maaf kepada semua peserta, dan juga masyarakat di Kabupaten Pemalang. Apalagi video kericuhan sempat viral di media sosial," tuturnya.

Baca juga: Langgar Larangan Pernikahan Sunda-Majapahit, Berujung Duel Brutal 2 Raja Sedarah

Dia mengatakan, saat itu memutuskan menghentikan acara dialog karena dirasa cukup dan bupati ada cara lain. Namun ternyata sejumlah wartawan tidak terima, dan terjadi kericuhan antar wartawan.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top