Sirnanya Kekebalan Raja Jayanegara dan Akhir Kisah Perselingkuhan
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Tindakan amoral yang sama juga dilakukan terhadap istri Ra Tanca. Sehingga seperti sudah menjadi rahasia umum bahwa raja suka menganggu dan berhubungan dengan perempuan-perempuan yang telah bersuami. Perbuatan itu merupakan nista. Dalam kitab Kutaramanawadharmasastra Majapahit menyatakan, bahwa hukuman bagi orang yang mengganggu perempuan yang bersuami sangat berat.
Maka tiba saatnya, raja mendapat balasan. Kebetulan Raja Jayanegara menderita sakit bengkak, tak dapat pergi keluar. Dikatakan bahwa Gajah Mada yang juga tidak cocok dengan Ra Tanca karena menjadi salah satu pesaing dalam kariernya sesama pengawal raja, memanfaatkan kesempatan.
Gajah Mada memanfaatkan sang tabib Ra Tanca sebagai alat untuk mengakhiri nyawa raja yang bertabiat buruk itu. Ra Tanca mendapatkan perintah untuk melakukan pembedahan dengan taji. Dia pun menghadap raja di tempat tidur. Raja ditusuk dengan taji Tanca. Satu, dua kali tapi tidak mempan. Raja lalu diminta jimatnya, dan meletakkan di tempat tidur.
Baru setelah itu tusukan taji mempan. Tanca menusukan berulang kali hingga raja tewas di tempat tidur. Dalam Pararaton diungkapkan bahwa Gajah Mada sudah bersiap di kamar raja tanpa diketahui Ra Tanca. Begitu raja selesai dibunuh, Gajah Mada masuk dan membunuh Tanca. (Padmopuspita, 1966,: 82-3).
Seluruh kerajaan gempar, raja dibunuh tukang tabib yang tak lain juga pengawal pribadinya. Lebih gempar lagi karena pembunuh raja Jayanegara langsung dihabisi oleh Gajah Mada.
Maka tiba saatnya, raja mendapat balasan. Kebetulan Raja Jayanegara menderita sakit bengkak, tak dapat pergi keluar. Dikatakan bahwa Gajah Mada yang juga tidak cocok dengan Ra Tanca karena menjadi salah satu pesaing dalam kariernya sesama pengawal raja, memanfaatkan kesempatan.
Gajah Mada memanfaatkan sang tabib Ra Tanca sebagai alat untuk mengakhiri nyawa raja yang bertabiat buruk itu. Ra Tanca mendapatkan perintah untuk melakukan pembedahan dengan taji. Dia pun menghadap raja di tempat tidur. Raja ditusuk dengan taji Tanca. Satu, dua kali tapi tidak mempan. Raja lalu diminta jimatnya, dan meletakkan di tempat tidur.
Baru setelah itu tusukan taji mempan. Tanca menusukan berulang kali hingga raja tewas di tempat tidur. Dalam Pararaton diungkapkan bahwa Gajah Mada sudah bersiap di kamar raja tanpa diketahui Ra Tanca. Begitu raja selesai dibunuh, Gajah Mada masuk dan membunuh Tanca. (Padmopuspita, 1966,: 82-3).
Seluruh kerajaan gempar, raja dibunuh tukang tabib yang tak lain juga pengawal pribadinya. Lebih gempar lagi karena pembunuh raja Jayanegara langsung dihabisi oleh Gajah Mada.
(don)
Lihat Juga :