Pengurus Pondok Pesantren di Wajo Luncurkan Produk Air Minum Kemasan
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 08:22 WIB
loading...
Produk air kemasan yang diluncurkan oleh salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Wajo. Foto: Reza Pahlevi
A
A
A
WAJO - Pengurus Pondok Pesantren Daarul Mu'minin As'adiyah, Kelurahan Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo , meluncurkan produk air kemasan, Kamis (7/10/2021). Produk itu diberi nama D'amin singkatan kata dari Daarul Mu'minin.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Mu'minin As'adiyah, Agustan Ranreng menjelaskan, produk air kemasan D'amin merupakan buah pikiran sejumlah pengurus dari Pondok Pesantren Daarul Mu'minin As'adiyah.
Proses produksi dikerjakan di Pesantren Daarul Mu'minin As'adiyah dengan melibatkan 17 tenaga kerja lokal. Dalam sehari, pekerja mampu memproduksi 1.000 dos air kemasan.
Baca Juga: Vaksinasi Masif Masuk Pesantren, Ketum PBNU Said Aqil Apresiasi Jokowi
"Alhamdulillah kami baru saja memulai bisnis air kemasan, dimana dalam sehari kami mampu memproduksi 1.000 dos air kemasan. Ada 17 tenaga kerja lokal yang kami berdayakan," ujarnya kepada SINDOnews, Kamis (17/10/2021).
Menurut Anggota DPRD Kabupaten Wajo itu, air kemasan D'amin diprediksi mampu bersaing di pasaran. Selain produksi yang higienis, air kemasan D'amin juga telah diisi dengan lantunan zikir dan Al-Qur'an. Sehingga khasiatnya akan memberi keberkahan dan kesehatan bagi yang mengkomsumsi air kemasan D'amin.
"Inshaallah akan bersaing di pasaran. Kami punya kelebihan yaitu sumber air dari minuman kemasan itu telah dibacakan zikir dan ayat suci Al Qur'an secara khatam dan berulang-ulang. Tidak hanya itu, proses produksi sampai pengemasannya juga kami lantunkan zikir dan Al Qur'an. Semoga membawa keberkahan dan kesehatan bagi orang yang mengomsumsinya," terangnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Mu'minin As'adiyah, Agustan Ranreng menjelaskan, produk air kemasan D'amin merupakan buah pikiran sejumlah pengurus dari Pondok Pesantren Daarul Mu'minin As'adiyah.
Proses produksi dikerjakan di Pesantren Daarul Mu'minin As'adiyah dengan melibatkan 17 tenaga kerja lokal. Dalam sehari, pekerja mampu memproduksi 1.000 dos air kemasan.
Baca Juga: Vaksinasi Masif Masuk Pesantren, Ketum PBNU Said Aqil Apresiasi Jokowi
"Alhamdulillah kami baru saja memulai bisnis air kemasan, dimana dalam sehari kami mampu memproduksi 1.000 dos air kemasan. Ada 17 tenaga kerja lokal yang kami berdayakan," ujarnya kepada SINDOnews, Kamis (17/10/2021).
Menurut Anggota DPRD Kabupaten Wajo itu, air kemasan D'amin diprediksi mampu bersaing di pasaran. Selain produksi yang higienis, air kemasan D'amin juga telah diisi dengan lantunan zikir dan Al-Qur'an. Sehingga khasiatnya akan memberi keberkahan dan kesehatan bagi yang mengkomsumsi air kemasan D'amin.
"Inshaallah akan bersaing di pasaran. Kami punya kelebihan yaitu sumber air dari minuman kemasan itu telah dibacakan zikir dan ayat suci Al Qur'an secara khatam dan berulang-ulang. Tidak hanya itu, proses produksi sampai pengemasannya juga kami lantunkan zikir dan Al Qur'an. Semoga membawa keberkahan dan kesehatan bagi orang yang mengomsumsinya," terangnya.
Lihat Juga :