Remas Payudara dan Pantat Wanita Cantik, Pria Gunungkidul Diamuk Massa
Kamis, 07 Oktober 2021 - 23:25 WIB
loading...
Pria berinisial Rah (36) nekad meremas payudara dan pantat wanita cantik berinisial Fa (26). Foto/Ilustrasi
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Pria berinisial Rah (36) harus merelakan tubuhnya menjadi bulan-bulanan massa. Massa yang marah, tanpa ampun menghajar warga Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, karena telah melakukan pelecehan seksual.
Baca juga: Lecehkan Anak 7 Tahun, Pengungsi Afghanistan Divonis 30 Bulan Penjara
Tak main-main Rah dengan nekad meremas payudara dan pantat perempuan cantik berinisial Fa (26) warga Berbah, Kabupaten Sleman. Kontan saja, akibat pelecehan seksual di tempat umum tersebut, membuat korbannya berteriak.
Mendengar teriakan korban, warga langsung mengejar pelaku dan tanpa ampun menghajarnya. Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi mengatakan, aksi pelecehan seksual ini terjadi pada Rabu (6/10/2021) petang.
Baca juga: Mahasiswi dan Pasangan ASN Digerebek Saat Asyik Bersetubuh di Tepian Danau Singkarak
Saat kejadian, korban yang main di tempat saudaranya di Kalurahan Playen, menonton layang-layang di ladang. Banyak warga yang juga menyaksikan layang-layang hingga menjelang magrib. Saat petang, layang-layang milik saudara Fa terjatuh. Tanpa pikir panjang Fa langsung lari dan memegang layang-layang tersebut.
Baca juga: Lecehkan Anak 7 Tahun, Pengungsi Afghanistan Divonis 30 Bulan Penjara
Tak main-main Rah dengan nekad meremas payudara dan pantat perempuan cantik berinisial Fa (26) warga Berbah, Kabupaten Sleman. Kontan saja, akibat pelecehan seksual di tempat umum tersebut, membuat korbannya berteriak.
Mendengar teriakan korban, warga langsung mengejar pelaku dan tanpa ampun menghajarnya. Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi mengatakan, aksi pelecehan seksual ini terjadi pada Rabu (6/10/2021) petang.
Baca juga: Mahasiswi dan Pasangan ASN Digerebek Saat Asyik Bersetubuh di Tepian Danau Singkarak
Saat kejadian, korban yang main di tempat saudaranya di Kalurahan Playen, menonton layang-layang di ladang. Banyak warga yang juga menyaksikan layang-layang hingga menjelang magrib. Saat petang, layang-layang milik saudara Fa terjatuh. Tanpa pikir panjang Fa langsung lari dan memegang layang-layang tersebut.
Lihat Juga :