Tersangkut Sindikat Penjualan Bayi, Dukun Beranak di Manado Diringkus Polda Sulut
Kamis, 07 Oktober 2021 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
Kejadian penjualan bayi tersebut merupakan yang kedua kalinya. Pasalnya, anak pertama Mita juga dijual tersangka kepada orang lain. Pada kejadian pertama tersebut tersangka memberikan uang Rp50 ribu kepada Mita.
"Kemudian pada pengembangan juga ditemukan korban lain, yaitu Lina, warga Wanea. Sehingga sudah ada tiga bayi yang dijual tersangka, dan ketiga bayi tersebut sudah ditemukan petugas," kata Jules Abraham Abast.
Dalam pengungkapan kasus perdagangan bayi tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu tas berisi satu gunting pusar, satu gunting penahan plasenta, kapas alkohol, perban, benang, dan betadine, kemudian satu lembar bukti transfer uang ke rekening tersangka untuk membayar bayi sebesar Rp2 juta, tangkapan layar ponsel berisi percakapan tersangka serta akta kelahiran dua bayi.
Baca juga: Mahasiswi dan Pasangan ASN Digerebek Saat Asyik Bersetubuh di Tepian Danau Singkarak
"Tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolda Sulut, untuk diperiksa lebih lanjut. Dan kasus ini masih dalam pengembangan," ujar Jules Abraham Abast. Dia juga mengimbau kepada masyarakat, apabila menemukan penjualan bayi seperti ini agar dapat memberitahukan kepada kepolisian terdekat.
"Kita dapat menyelamatkan, dan mengamankan bayi yang dijual. Mereka membutuhkan perhatian, kasih sayang dari ibunya. Mungkin dari pihak ibunya berkekurangan dalam biaya proses persalinan. Tentunya nanti ada kiat-kiat atau perhatian dari pemerintah, untuk membantu proses persalinan dari ibu yang kurang mampu," tandasnya.
"Kemudian pada pengembangan juga ditemukan korban lain, yaitu Lina, warga Wanea. Sehingga sudah ada tiga bayi yang dijual tersangka, dan ketiga bayi tersebut sudah ditemukan petugas," kata Jules Abraham Abast.
Dalam pengungkapan kasus perdagangan bayi tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu tas berisi satu gunting pusar, satu gunting penahan plasenta, kapas alkohol, perban, benang, dan betadine, kemudian satu lembar bukti transfer uang ke rekening tersangka untuk membayar bayi sebesar Rp2 juta, tangkapan layar ponsel berisi percakapan tersangka serta akta kelahiran dua bayi.
Baca juga: Mahasiswi dan Pasangan ASN Digerebek Saat Asyik Bersetubuh di Tepian Danau Singkarak
"Tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolda Sulut, untuk diperiksa lebih lanjut. Dan kasus ini masih dalam pengembangan," ujar Jules Abraham Abast. Dia juga mengimbau kepada masyarakat, apabila menemukan penjualan bayi seperti ini agar dapat memberitahukan kepada kepolisian terdekat.
"Kita dapat menyelamatkan, dan mengamankan bayi yang dijual. Mereka membutuhkan perhatian, kasih sayang dari ibunya. Mungkin dari pihak ibunya berkekurangan dalam biaya proses persalinan. Tentunya nanti ada kiat-kiat atau perhatian dari pemerintah, untuk membantu proses persalinan dari ibu yang kurang mampu," tandasnya.
Lihat Juga :