Siasat Gajah Mada Habisi Patih Kebo Wawira di Sumur dengan Ditimbun Batu Kapur
Kamis, 07 Oktober 2021 - 05:30 WIB
loading...
Mahapatih Gajah Mada memilki siasat cerdik, siasat itulah yang digunakannya saat membunuh seorang patihnya bernama Kebo Wawira. Foto/Istimewa
A
A
A
Gajah Mada merupakan Mahapatih Kerajaan Majapahit yang terkenal dengan siasatnya yang cerdik.
Salah satu kecerdikan Gajah Mada terbukti ketika dia melawan seorang patihnya bernama Kebo Wawira.
Dikisahkan dalam buku ‘Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan’ karya Enung Nurhayati,
Baca juga: Gajah Mada Tak Haus Kekuasaan, Pernah Menolak saat Ditawari Jabatan Patih Amangku Bumi Majapahit
Gajah Mada awalnya harus menghadapi dua patihnya: Pasung Rigis dan Kebo Wawira. Gajah Mada bisa dengan mudah mengalahkan Pasung Rigis.
Namun, saat menghadapi Kebo Wawira dia harus mengerahkan segala kemampuannya, karena ternyata lawannya merupakan sosok yang memiliki kesaktian.
Akhirnya, Gajah Mada membuat tipu muslihat untuk mengalahkan Kebo Wawira. Gajah Mada pura-pura menjadikan putri Majapahit untuk dijadikan istri Kebo Wawira, sebagai tipu daya.
Baca juga: Gempa yang Melanda Majapahit Saksi Naiknya Gajah Mada Jadi Patih Amangkurat Bumi
Kebo Wawira berhasil dibujuk oleh Gajah Mada untuk diajak ke Majapahit. Di tengah perjalanan, di Puncak Gunung Gelut, Gajah Mada memerintahkan Kebo Wawira untuk membuat sumur sebagai persiapan perjumpaannya dengan putri Majapahit.
Diceritakan pupuh 50-52 pada Kakawin Gajah Mada, perintah Gajah Mada membuat sumur tersebut dianggap adalah hal sulit untuk direalisasikan bagi Kebo Wawira.
Namun ternyata, Kebo Wawira yang memiliki kesaktian luar biasa, bisa membuatnya dengan mudah.
Kebo Wawira sendiri sebelumnya sempat memberitahukan bahwa kesaktiannya dan nyawanya hilang saat harus tertimbun dengan kapur.
Baca juga: Kisah Istana Kerajaan Majapahit, Ternyata Mahapatih Gajah Mada Tinggal di Utara Benteng
Gajah Mada yang khawatir tidak bisa membunuh Kebo Wawira, maka dengan membakar semangat para prajuritnya disuruh mencari batu-batu besar dan dijatuhkan ke dalam sumur, yang di dalamnya Kebo Wawira sedang bekerja.
Sebelum mati dan mencapai ajalnya, Kebo Wawira mengutuk orang-orang yang bisa membunuhnya.
Merasa dirinya berhasil membunuh lawan - lawannya dari Kerajaan Bali, Gajah Mada segera kembali ke Majapahit, untuk melaporkan perintah rajanya.
Salah satu kecerdikan Gajah Mada terbukti ketika dia melawan seorang patihnya bernama Kebo Wawira.
Dikisahkan dalam buku ‘Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan’ karya Enung Nurhayati,
Baca juga: Gajah Mada Tak Haus Kekuasaan, Pernah Menolak saat Ditawari Jabatan Patih Amangku Bumi Majapahit
Gajah Mada awalnya harus menghadapi dua patihnya: Pasung Rigis dan Kebo Wawira. Gajah Mada bisa dengan mudah mengalahkan Pasung Rigis.
Namun, saat menghadapi Kebo Wawira dia harus mengerahkan segala kemampuannya, karena ternyata lawannya merupakan sosok yang memiliki kesaktian.
Akhirnya, Gajah Mada membuat tipu muslihat untuk mengalahkan Kebo Wawira. Gajah Mada pura-pura menjadikan putri Majapahit untuk dijadikan istri Kebo Wawira, sebagai tipu daya.
Baca juga: Gempa yang Melanda Majapahit Saksi Naiknya Gajah Mada Jadi Patih Amangkurat Bumi
Kebo Wawira berhasil dibujuk oleh Gajah Mada untuk diajak ke Majapahit. Di tengah perjalanan, di Puncak Gunung Gelut, Gajah Mada memerintahkan Kebo Wawira untuk membuat sumur sebagai persiapan perjumpaannya dengan putri Majapahit.
Diceritakan pupuh 50-52 pada Kakawin Gajah Mada, perintah Gajah Mada membuat sumur tersebut dianggap adalah hal sulit untuk direalisasikan bagi Kebo Wawira.
Namun ternyata, Kebo Wawira yang memiliki kesaktian luar biasa, bisa membuatnya dengan mudah.
Kebo Wawira sendiri sebelumnya sempat memberitahukan bahwa kesaktiannya dan nyawanya hilang saat harus tertimbun dengan kapur.
Baca juga: Kisah Istana Kerajaan Majapahit, Ternyata Mahapatih Gajah Mada Tinggal di Utara Benteng
Gajah Mada yang khawatir tidak bisa membunuh Kebo Wawira, maka dengan membakar semangat para prajuritnya disuruh mencari batu-batu besar dan dijatuhkan ke dalam sumur, yang di dalamnya Kebo Wawira sedang bekerja.
Sebelum mati dan mencapai ajalnya, Kebo Wawira mengutuk orang-orang yang bisa membunuhnya.
Merasa dirinya berhasil membunuh lawan - lawannya dari Kerajaan Bali, Gajah Mada segera kembali ke Majapahit, untuk melaporkan perintah rajanya.
(nic)
Lihat Juga :