Pandemi Belum Usai, Kepulangan Pekerja Migran Jatim Bukan Lagi Kewenangan Disnaker
Selasa, 05 Oktober 2021 - 20:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tragis! Pemuda Tasikmalaya Bunuh Diri Lompat dari Jembatan Setinggi 80 Meter
“Sejauh ini, kami belum tahu skema penjemputan PMI di Jakarta atau Manado. Skemanya belum diputuskan. Kalau tugas Disnaker kan cuma membantu melakukan pendataan, mereka ini PMI resmi atau ilegal saja. Soal asrama itu tugasnya BNPB atau BPBD, kalau makanannya itu yang menangani Dinas Sosial," ujar Himawan.
Dia mengaku belum mengetahui persis jumlah PMI asal Jatim yang datang dari luar negeri. Namun, sejak Januari hingga September 2021, jumlahnya diperkirakan mencapai 38.000 orang. “Untuk kedatangan PMI ke depan ini, kami belum tahu persis jumlahnya," katanya.
Terkait data PMI ini, lanjut dia, sepenuhnya dilakukan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (disingkat BNP2TKI). Disnakertrans Jatim hanya memetakan asal PMI tersebut.
Selanjutnya, Disnakertrans Jatim berkoordinasi dengan disnaker kabupaten/kota setempat untuk menyiapkan lokasi karantina. “Soal PMI ilegal, mereka berangkat tidak menggunakan pesawat. Mereka berangkat lewat pintu-pintu pelabuhan,” tandasnya.
“Sejauh ini, kami belum tahu skema penjemputan PMI di Jakarta atau Manado. Skemanya belum diputuskan. Kalau tugas Disnaker kan cuma membantu melakukan pendataan, mereka ini PMI resmi atau ilegal saja. Soal asrama itu tugasnya BNPB atau BPBD, kalau makanannya itu yang menangani Dinas Sosial," ujar Himawan.
Dia mengaku belum mengetahui persis jumlah PMI asal Jatim yang datang dari luar negeri. Namun, sejak Januari hingga September 2021, jumlahnya diperkirakan mencapai 38.000 orang. “Untuk kedatangan PMI ke depan ini, kami belum tahu persis jumlahnya," katanya.
Terkait data PMI ini, lanjut dia, sepenuhnya dilakukan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (disingkat BNP2TKI). Disnakertrans Jatim hanya memetakan asal PMI tersebut.
Selanjutnya, Disnakertrans Jatim berkoordinasi dengan disnaker kabupaten/kota setempat untuk menyiapkan lokasi karantina. “Soal PMI ilegal, mereka berangkat tidak menggunakan pesawat. Mereka berangkat lewat pintu-pintu pelabuhan,” tandasnya.
(msd)
Lihat Juga :