Kisah Alun-alun Contong Hendak Diganti Tugu Petani, Berhasil Digagalkan Usai G30S/PKI
Senin, 04 Oktober 2021 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Heroik, Ibu Rumah Tangga Relakan Tubuhnya Remuk Terlindas Truk Demi Selamatkan Anak
Waktu itu, wali kota sementara Kolonel Sukotjo terus membersihkan unsur PKI di pemerintahan serta di berbagai lapisan masyarakat. Sukotjo sebelumnya merupakan Komandan Kodim 0830 Kota Surabaya, mengantikan Moerachman sebagai wali kota dan ditangkap karena memiliki hubungan dekat dengan PKI.
Surabaya sendiri dalam catatan sejarah, pernah dua kali dipimpin oleh tokoh yang memiliki kedekatan dengan PKI yang waktu itu menjadi pemenang pemilu. Tokoh pertama merupakan dr Raden Satrio Sastrodiredjo yang menjabat wali kota periode 1958-1964. Sementara Murachman lebih singkat yakni 1964-1965.
Baca juga: Cubit Murid Akibat Berkelahi, Kepala Sekolah di Tulangbawang Terkapar Dibacok Wali Murid
Waktu itu, hasil pemilu daerah pada 1957 benar-benar menjadi panggung bagi PKI di Surabaya. Masyumi hanya memperoleh dua kursi, sedangkan PKI mendapat 17 kursi. Jumlah kursi yang jauh lebih banyak ini, membuat PKI bisa mulus memilih kadernya untuk menjadi orang nomor satu di Surabaya.
Waktu itu, wali kota sementara Kolonel Sukotjo terus membersihkan unsur PKI di pemerintahan serta di berbagai lapisan masyarakat. Sukotjo sebelumnya merupakan Komandan Kodim 0830 Kota Surabaya, mengantikan Moerachman sebagai wali kota dan ditangkap karena memiliki hubungan dekat dengan PKI.
Surabaya sendiri dalam catatan sejarah, pernah dua kali dipimpin oleh tokoh yang memiliki kedekatan dengan PKI yang waktu itu menjadi pemenang pemilu. Tokoh pertama merupakan dr Raden Satrio Sastrodiredjo yang menjabat wali kota periode 1958-1964. Sementara Murachman lebih singkat yakni 1964-1965.
Baca juga: Cubit Murid Akibat Berkelahi, Kepala Sekolah di Tulangbawang Terkapar Dibacok Wali Murid
Waktu itu, hasil pemilu daerah pada 1957 benar-benar menjadi panggung bagi PKI di Surabaya. Masyumi hanya memperoleh dua kursi, sedangkan PKI mendapat 17 kursi. Jumlah kursi yang jauh lebih banyak ini, membuat PKI bisa mulus memilih kadernya untuk menjadi orang nomor satu di Surabaya.
Lihat Juga :