Tangis Yanto Pecah di Atas Pohon, Kenakan Toga Ikut Wisuda Daring di Tengah Sulitnya Internet
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 14:55 WIB
loading...
Universitas Nusa Nipa Indonesia melakukan wisuda secara daring pertama, Sabtu (2/10/2021). Foto/iNews TV/Joni Nura
A
A
A
SIKKA - Sungguh tragis nasib yang dialami Sebastianus Yulianto. Berada di wilayah yang sulit sinyal internet, mahasiswa jurusan agroteknologi Universitas Nusa Nipa Indonesia tersebut, harus rela memanjat pohon mangga untuk dapat mengikuti prosesi wisuda daring.
Baca juga: Lulus Kuliah, Mahasiswi Cantik Ini Buka Lapangan Kerja
Kampus tempat menempuh jenjang pendidikan tinggi pemuda yang akrab disapa Yanto ini, untuk pertama kalinya menggelar wisuda secara daring, Sabtu (2/10/2021). Wisuda daring terpaksa dilakukan, karena masih dalam masa pandemi COVID-19.
Sambil menggenggam ponsel, dan mengenakan toga, Yanto begitu berhati-hati memanjat pohon. Air mantanya menitik saat prosesi wisuda dilangsungkan. Pada masa-masa bahagia lulus pendidikan tinggi, Yanto tak dapat bertemu langsung para dosen dan teman-temannya.
Baca juga: Gempa Tektonik Bermagnitudo 4,5 Mengguncang Selatan Garut
"Memang ini momen bahagia bagi saya. Namun juga momen yang menyedihkan, karena saya tidak bisa bersalaman baik dengan para dosen maupun teman-teman seangkatan," ungkap Yanto, sambil menyeka air matanya.
Baca juga: Lulus Kuliah, Mahasiswi Cantik Ini Buka Lapangan Kerja
Kampus tempat menempuh jenjang pendidikan tinggi pemuda yang akrab disapa Yanto ini, untuk pertama kalinya menggelar wisuda secara daring, Sabtu (2/10/2021). Wisuda daring terpaksa dilakukan, karena masih dalam masa pandemi COVID-19.
Sambil menggenggam ponsel, dan mengenakan toga, Yanto begitu berhati-hati memanjat pohon. Air mantanya menitik saat prosesi wisuda dilangsungkan. Pada masa-masa bahagia lulus pendidikan tinggi, Yanto tak dapat bertemu langsung para dosen dan teman-temannya.
Baca juga: Gempa Tektonik Bermagnitudo 4,5 Mengguncang Selatan Garut
"Memang ini momen bahagia bagi saya. Namun juga momen yang menyedihkan, karena saya tidak bisa bersalaman baik dengan para dosen maupun teman-teman seangkatan," ungkap Yanto, sambil menyeka air matanya.
Lihat Juga :