Pelaku Balap Liar di Makassar Diajari Berzikir hingga Mengaji
Jum'at, 01 Oktober 2021 - 18:11 WIB
loading...
Belasan pemuda pelaku balap liar yang diamankan polisi dibina spiritual di Mapolsek Rappocini. Mereka diajari tata cara salat, berzikir hingga mengaji. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Sebanyak 17 pemuda yang terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) kepolisian berupa balap liar menjalani pembinaan spiritual di Mapolsek Rappocini, Jumat (1/10). Mereka diajari tata cara salat, zikir, mengaji hingga berdakwah.
Kapolsek Rappocini, Kompol S Syamsuddin, mengatakan belasan pemuda itu diamankan pihaknya di ruas Jalan Sultan Alauddin-AP Pettarani, Kota Makassar, pada dini hari. Selain mereka, tujuh sepeda motor ikut disita dalam operasi tersebut.
Baca Juga: 21 Motor Digunakan Balap Liar di Makassar Diangkut Polisi
Pembinaan spiritual dilakukan atas permintaan orang tua para pelaku balapan liar ini. "Makanya kami memfasilitasi hal itu bekerja sama dengan tokoh agama yang dikoordinir Bhabinkamtibmas kami," ujar Syamsuddin.
Dia menambahkan pembinaan akan dilakukan selama tiga hari di masjid kantornya, "Kita ajari tata cara salat berjamaah, zikir, membaca alquran , dakwah dan kegiatan akhlak yang baik," ungkap perwira Polri satu bunga ini.
Menurut Syamsuddin, pembinaan seperti ini sangat diperlukan. Dia berharap kegiatan itu terus berkesinambungan. "Sebab generasi muda pemegang tongkat estafet dari generasi tua, jadi penentu baik dan tidaknya bangsa ini," tegasnya.
"Maka dari itu, mereka diberikan bimbingan agar para generasi muda ini, mempunyai moral dan budi pekerti yang luhur dengan segala perbuatan berpedoman pada ajaran agama," sambung Syamsuddin.
Kapolsek Rappocini, Kompol S Syamsuddin, mengatakan belasan pemuda itu diamankan pihaknya di ruas Jalan Sultan Alauddin-AP Pettarani, Kota Makassar, pada dini hari. Selain mereka, tujuh sepeda motor ikut disita dalam operasi tersebut.
Baca Juga: 21 Motor Digunakan Balap Liar di Makassar Diangkut Polisi
Pembinaan spiritual dilakukan atas permintaan orang tua para pelaku balapan liar ini. "Makanya kami memfasilitasi hal itu bekerja sama dengan tokoh agama yang dikoordinir Bhabinkamtibmas kami," ujar Syamsuddin.
Dia menambahkan pembinaan akan dilakukan selama tiga hari di masjid kantornya, "Kita ajari tata cara salat berjamaah, zikir, membaca alquran , dakwah dan kegiatan akhlak yang baik," ungkap perwira Polri satu bunga ini.
Menurut Syamsuddin, pembinaan seperti ini sangat diperlukan. Dia berharap kegiatan itu terus berkesinambungan. "Sebab generasi muda pemegang tongkat estafet dari generasi tua, jadi penentu baik dan tidaknya bangsa ini," tegasnya.
"Maka dari itu, mereka diberikan bimbingan agar para generasi muda ini, mempunyai moral dan budi pekerti yang luhur dengan segala perbuatan berpedoman pada ajaran agama," sambung Syamsuddin.
Lihat Juga :