Pemuda Muhammadiyah Persoalkan Postingan Akun Medsos Ade Armando
Selasa, 02 Juni 2020 - 00:29 WIB
loading...
Postingan Ade Armando yang menyinggung keluarga besar Muhammadiyah. FOTO : Tangkapan layar Facebook
A
A
A
SEMARANG - Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jateng mempersoalkan postingan akun media sosial (medsos) Facebook Ade Armando pada 1 Juni 2020.
Postingan Ade Armando yang dipersoalkan yakni, “Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat.”
Wakil Ketua PWPM Pemuda Muhammadiyah Jateng Andika Budi Riswanto membenarkan bahwa pihaknya melayangkan somasi kepada Ade Armando berkaitan dengan postingannya di Facebook. Adapun hal yang dipersoalkan adalah bahasa Ade Armando yang menuduh Muhammadiyah menggulirkan pemakzulan presiden yang tentunya tentunya sangat tidak benar. Karena bahasa pemakzulan sendiri ada pada Undang-Undang Dasar 1945.
“Yang kami Persoalkan adalah bahasa Pak Ade yang menuduh Muhammadiyah menggulirkan pemakzulan serta adanya bahasa dungu yang ditujukan kepada Prof Dien Syamsudin. Ini jelas sebuah tindakan yang tidak dapat dibenarkan,”katanya saat dihubungi SINDOnews, Senin (1/6/2020) malam.
Dalam somasi itu, disebutkan bahwa Kokam PWPM Jateng menilai postingan tersebut mengandung unsur fitnah dan mencemarkan nama baik Muhammadiyah. Pertama, fitnah tuduhan Muhhamadiyah telah menggiurkan isu pemakzulan presiden. Kedua, penghinaan dan pencemaran nama baik kepada Din Syamsuddin dengan menyebut “si dungu” kepada tokoh nasional yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005 – 2010.
“Pada intinya, kami tetap berpegang pada surat yang kami buat, namun alhamdulillah sudah ada respon dari Pak Ade. Langkah selanjutnya kami akan koordinasikan dahulu dengan team hukum,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, Ade Armando sudah menanggapi somasi itu. Dalam tanggapannya, disebutkan bahwa dungu yang dimaksud statement Prof Dien Syamsuddin tentang konser amal pemerintah. “Namun jelas, tidak ada hak Pak Ade untuk menyebut dungu kepada Prof Dien Syamsudin,” tuturnya.(Baca juga : Pemuda Muhammadiyah: Ade Armando Jangan Over Acting )
Postingan Ade Armando yang dipersoalkan yakni, “Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual Corona menunjukan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat.”
Wakil Ketua PWPM Pemuda Muhammadiyah Jateng Andika Budi Riswanto membenarkan bahwa pihaknya melayangkan somasi kepada Ade Armando berkaitan dengan postingannya di Facebook. Adapun hal yang dipersoalkan adalah bahasa Ade Armando yang menuduh Muhammadiyah menggulirkan pemakzulan presiden yang tentunya tentunya sangat tidak benar. Karena bahasa pemakzulan sendiri ada pada Undang-Undang Dasar 1945.
“Yang kami Persoalkan adalah bahasa Pak Ade yang menuduh Muhammadiyah menggulirkan pemakzulan serta adanya bahasa dungu yang ditujukan kepada Prof Dien Syamsudin. Ini jelas sebuah tindakan yang tidak dapat dibenarkan,”katanya saat dihubungi SINDOnews, Senin (1/6/2020) malam.
Dalam somasi itu, disebutkan bahwa Kokam PWPM Jateng menilai postingan tersebut mengandung unsur fitnah dan mencemarkan nama baik Muhammadiyah. Pertama, fitnah tuduhan Muhhamadiyah telah menggiurkan isu pemakzulan presiden. Kedua, penghinaan dan pencemaran nama baik kepada Din Syamsuddin dengan menyebut “si dungu” kepada tokoh nasional yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005 – 2010.
“Pada intinya, kami tetap berpegang pada surat yang kami buat, namun alhamdulillah sudah ada respon dari Pak Ade. Langkah selanjutnya kami akan koordinasikan dahulu dengan team hukum,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, Ade Armando sudah menanggapi somasi itu. Dalam tanggapannya, disebutkan bahwa dungu yang dimaksud statement Prof Dien Syamsuddin tentang konser amal pemerintah. “Namun jelas, tidak ada hak Pak Ade untuk menyebut dungu kepada Prof Dien Syamsudin,” tuturnya.(Baca juga : Pemuda Muhammadiyah: Ade Armando Jangan Over Acting )
Lihat Juga :