Aplikasi Pencaker, Bisa Bantu Para Pengangguran Cari Kerja
Selasa, 28 September 2021 - 20:07 WIB
loading...
Kepala Diskominfo Kota Surabaya, M. Fikser.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya menyiapkan aplikasi pencari kerja (pencaker). Aplikasi ini disiapkan untuk memudahkan masyarakat Kota Pahlawan mendapatkan pekerjaan baik di bidang formal maupun informal.
Kepala Diskominfo Kota Surabaya, M. Fikser menuturkan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan stakeholder yang ada di Kota Pahlawan dalam menyediakan aplikasi pencaker. Aplikasi ini menghubungkan antara pencaker dengan perusahaan yang ada di Surabaya melalui sistem.
Baca juga: Catat! Masuk Mapolda Jatim Wajib Siapkan Aplikasi PeduliLindungi
"Intinya aplikasi itu untuk mempermudah, lebih terbuka pencari kerja di Surabaya dari keahlian yang secara formal maupun informal," kata Fikser, Selasa (28/9/2021).
Ia melanjutkan, data para pencaker ini berasal dari seluruh warga Surabaya yang pernah menyampaikan surat atau lamaran kerja ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Selain itu, juga berasal dari hasil survei pemutakhiran data di lapangan. "Nah, yang penghasilannya di bawah Rp7 juta dalam satu anggota keluarga itu yang kita akseskan dengan perusahaan-perusahaan," ungkapnya.
Kepala Diskominfo Kota Surabaya, M. Fikser menuturkan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan stakeholder yang ada di Kota Pahlawan dalam menyediakan aplikasi pencaker. Aplikasi ini menghubungkan antara pencaker dengan perusahaan yang ada di Surabaya melalui sistem.
Baca juga: Catat! Masuk Mapolda Jatim Wajib Siapkan Aplikasi PeduliLindungi
"Intinya aplikasi itu untuk mempermudah, lebih terbuka pencari kerja di Surabaya dari keahlian yang secara formal maupun informal," kata Fikser, Selasa (28/9/2021).
Ia melanjutkan, data para pencaker ini berasal dari seluruh warga Surabaya yang pernah menyampaikan surat atau lamaran kerja ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Selain itu, juga berasal dari hasil survei pemutakhiran data di lapangan. "Nah, yang penghasilannya di bawah Rp7 juta dalam satu anggota keluarga itu yang kita akseskan dengan perusahaan-perusahaan," ungkapnya.
Lihat Juga :