Kemenparekraf dan Disparbud Pemkab Bandung Barat Berikan Pelatihan Stakeholder di Desa Wisata
Selasa, 28 September 2021 - 18:17 WIB
loading...
A
A
A
Sejauh ini, lanjut dia, desa wisata yang ada, pengelolaannya oleh Pokdarwis dibentuk atas rekomendasi pihak desa. Mayoritas mengelola wisata alam di antaranya ada di lahan Perhutani, sehingga ada perjanjian kerja sama (PKS) yang dibuat terlebih dahulu dalam pengelolaannya.
"Ada desa wisata yang telah berprestasi, seperti Pokdarwis Desa Gunungmasigit tahun 2017 jadi juara dua tingkat nasional kategori Pokdarwis. Kemudian Desa Wisata Cibodas yang jadi juara keempat dalam tata kelola home stay," ujarnya.
Dirinya ingin, melalui Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata yang disupport DAK non fisik dari Kemenparekraf ini, bisa melahirkan desa-desa wisata yang berprestasi lagi. Apalagi yang dilibatkan dalam pelatihan yang diikuti oleh 40 peserta ini, mereka-mereka yang punya peran sentral dalam kebijakan di tingkat lokal, khususnya kepala desa.
"Semoga melalui peran kelompok masyarakat sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung ke wisatawan, bisa mendongkrak eksistensi desa wisata. Jadi setelah pandemi ketika keran wisata dibuka lagi, mereka sudah siap," ucapnya.
Kepala Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkoe, Abdul Rohman (34) mengatakan, sedang mengembangkan desanya sebagai rintisan desa wisata, yakni dengan mengembangkan Bukit Waru Gede menjadi destinasi wisata bersama Pokdarwis Waru Gede, Karang Taruna Rangga Putra, dan Komunitas Susuluduk.
"Ada desa wisata yang telah berprestasi, seperti Pokdarwis Desa Gunungmasigit tahun 2017 jadi juara dua tingkat nasional kategori Pokdarwis. Kemudian Desa Wisata Cibodas yang jadi juara keempat dalam tata kelola home stay," ujarnya.
Dirinya ingin, melalui Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata yang disupport DAK non fisik dari Kemenparekraf ini, bisa melahirkan desa-desa wisata yang berprestasi lagi. Apalagi yang dilibatkan dalam pelatihan yang diikuti oleh 40 peserta ini, mereka-mereka yang punya peran sentral dalam kebijakan di tingkat lokal, khususnya kepala desa.
"Semoga melalui peran kelompok masyarakat sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung ke wisatawan, bisa mendongkrak eksistensi desa wisata. Jadi setelah pandemi ketika keran wisata dibuka lagi, mereka sudah siap," ucapnya.
Kepala Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkoe, Abdul Rohman (34) mengatakan, sedang mengembangkan desanya sebagai rintisan desa wisata, yakni dengan mengembangkan Bukit Waru Gede menjadi destinasi wisata bersama Pokdarwis Waru Gede, Karang Taruna Rangga Putra, dan Komunitas Susuluduk.
Lihat Juga :