alexametrics

Hari ke-4 Rapid Test di Surabaya, BIN Temukan 187 Orang Reaktif

loading...
Hari ke-4 Rapid Test di Surabaya, BIN Temukan 187 Orang Reaktif
Petugas kesehatan memeriksa salah satu warga Surabaya saat mengikuti rapid test massal. FOTO/IST
A+ A-
SURABAYA - Badan Intelijen Negara (BIN) melanjutkan rangkaian rapid test masal di Surabaya, Jawa Timur. Memasuki hari ke-4, BIN menggelar rapid test COVID-19 di dua titik di Surabaya.

Rapid test massal ini digelar guna memutus rantai penyebaran COVID-19 yang merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan.

Adapun dua titik rapid test massal ini berada di Taman Mundu, Jalan Tambaksari, Surabaya (depan Stadion 10 November) dan di Terminal Manukan, Jalan Manukan, Surabaya. (Baca juga: Animo Masyarakat ke Lokasi Wisata Tinggi, Kakorlantas Polri: Tetap Kami Batasi)



Head of Medical Intelligence Dr Sri Wulandari, salah satu dokter yang menangani rapid COVID-19 yang digelar BIN, mengungkapkan di lokasi pertama di Terminal Manukan, Surabaya, BIN telah melakukan test COVID-19 terhadap 555 orang. Dari jumlah itu, 54 orang hasilnya reaktif.

"Yang sudah melakukan swab test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) test 56 orang (2 orang tambahan dari puskesmas setempat yang sudah reaktif). Mereka langsung ikut swab test berdasarkan rekomendasi dari puskesmas," tandas Dr Wulan di Terminal Manukan, Manukan, Surabaya, Senin (1/6/2020).

Sementara itu, di lokasi kedua rapid test massal di Taman Mundu atau tepat di seberang stadion Gelora 10 November, Surabaya, BIN telah melakukan test terhadap 540 orang, dengan jumlah warga yang reaktif mencapai 133 orang. Adapun yang melakukan swab test berjumlah 189 orang.

"Jumlah yang reaktif 133 orang, yang swab test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) test 189 orang (ada tambahan 56 orang dari puskesmas). Tapi mereka tetap ikut rapid test dari awal dan diikutkan swab test karena hasilnya sudah reaktif dari puskesmas," kata Dr Wulan.

Kegiatan rapid test massal ini didukung tenaga medis, analis laboratorium, dan tenaga pendukung sebanyak 40 orang dari Jakarta dan dibantu 20 anggota Binda Jatim. Satgas Lawan COVID -19 BIN membawa langsung mobil laboratorium COVID-19, ambulans, dan peralatan pendukung lainnya untuk dioperasikan selama 9 (sembilan) hari di Kota Surabaya dan sekitarnya.

Mobil laboratorium ini merupakan 1 (satu) dari 5 (lima) mobil laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia.

Dalam rapid test ini, BIN menyiapkan 2.000 - 3.000 alat rapid test beserta 2 mobil lab untuk test PCR atau swab test dalam satu hari. Swab test ini diperuntukan bagi warga yang reaktif (positif) COVID-19. 1 unit mobil lab dari BIN ini dapat mengambil 300 sampel per harinya. Adapun hasil swab test bisa diketahui hanya dalam 2,5 jam.

Sebelumnya, BIN telah menggelar rapid test masal COVID-19 di sejumlah titik di Surabaya. Selain menggelar rapid test, BIN juga memberikan bantuan ribuan alat-alat kesehatan untuk ibu kota Jawa Timur ini guna memutus rantai penyebaran COVID-19.
(nbs)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak