Ketua PDIP Jabar Sebut Radikalisme dan Intoleransi Harus Diwaspadai
Senin, 27 September 2021 - 21:12 WIB
loading...
Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono saat meresmikan gedung DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jabar di Jalan Kebon Jati No 60, Kecamatan Andir, Kota Bandung. Foto/Ist
A
A
A
BANDUNG - Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono menyatakan masalah radikalisme dan intoleransi harus terus diwaspadai. Kader partai harus terpanggil untuk ikut membantu menangkal paham yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa ini.
Hal itu disampaikan Ono saat meresmikan gedung DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jabar di Jalan Kebon Jati No 60, Kecamatan Andir, Kota Bandung pada Minggu (26/9/2021).
Baca juga: Pangkostrad Sebut Semua Agama Sama, Politikus PDIP Bilang Bentuk Toleransi
"Ada satu hal yang menjadi PR partai, yakni masalah radikalisme dan intoleransi yang menggurita di Jawa Barat. Beberapa kabupaten/kota yang menjadi basis marhaen bisa tergeser. Maka, kita harus merefleksikan dan mengevaluasinya agar partai dapat mengakar kembali pada basis yang menjadi kegelisahan kita," katanya.
Anggota DPR RI Fraksi PDIP itu menilai, ada tahapan yang harus dilaksanakan sebagai kader partai yakni melaksanakan dan mewujudkan amanat Kongres V PDIP menuju partai pelopor.
"Kita harus mewujudkan mimpi kita menjadi partai pelopor dengan semangat menjadikan partai bergerak bersama masyarakat kecil. Bicara terkait partai pelopor, tidak hanya berkumpul dan diskusi, tetapi kita harus membaur dalam permasalahan yang dialami oleh rakyat," tambahnya.
Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh Tanpa Busana, Diki Pacar Amelia Ungkap Fakta Ini
Selain peresmian kantor, juga dilakukan Bakti Sosial TMP Tahap IV, serta dialog dan silaturahmi kader TMP dengan PDIP Jabar. Oni menegaskan, menjadi kader PDIP adalah sebuah jalan pengabdian, sehingga anak muda yang terpanggil menjadi bagian dari partai harus siap dengan segala konsekuensi baik waktu, pikiran dan tenaga.
Hal itu disampaikan Ono saat meresmikan gedung DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jabar di Jalan Kebon Jati No 60, Kecamatan Andir, Kota Bandung pada Minggu (26/9/2021).
Baca juga: Pangkostrad Sebut Semua Agama Sama, Politikus PDIP Bilang Bentuk Toleransi
"Ada satu hal yang menjadi PR partai, yakni masalah radikalisme dan intoleransi yang menggurita di Jawa Barat. Beberapa kabupaten/kota yang menjadi basis marhaen bisa tergeser. Maka, kita harus merefleksikan dan mengevaluasinya agar partai dapat mengakar kembali pada basis yang menjadi kegelisahan kita," katanya.
Anggota DPR RI Fraksi PDIP itu menilai, ada tahapan yang harus dilaksanakan sebagai kader partai yakni melaksanakan dan mewujudkan amanat Kongres V PDIP menuju partai pelopor.
"Kita harus mewujudkan mimpi kita menjadi partai pelopor dengan semangat menjadikan partai bergerak bersama masyarakat kecil. Bicara terkait partai pelopor, tidak hanya berkumpul dan diskusi, tetapi kita harus membaur dalam permasalahan yang dialami oleh rakyat," tambahnya.
Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh Tanpa Busana, Diki Pacar Amelia Ungkap Fakta Ini
Selain peresmian kantor, juga dilakukan Bakti Sosial TMP Tahap IV, serta dialog dan silaturahmi kader TMP dengan PDIP Jabar. Oni menegaskan, menjadi kader PDIP adalah sebuah jalan pengabdian, sehingga anak muda yang terpanggil menjadi bagian dari partai harus siap dengan segala konsekuensi baik waktu, pikiran dan tenaga.
Lihat Juga :