Dikejar Polisi, Pecandu Narkoba Ceburkan Diri ke Rawa
Sabtu, 25 September 2021 - 14:04 WIB
loading...
Apriansyah (29), pemuda pecandu narkoba menceburkan diri ke rawa-rawa saat dikejar Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Palembang, Jumat (24/9/2021) kemarin. Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Apriansyah (29), pemuda pecandu narkoba yang tinggal di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Kidul Laut II, Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan Ilir Timur II, Palembang menceburkan diri ke rawa-rawa saat dikejar Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Palembang, Jumat (24/9/2021) kemarin.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Palembang, AKBP Andi Supriadi mengatakan, penggerebekan di kawasan Boom Baru tersebut terpaksa dilakukan pihaknya selama dua hari berturut-turut, yakni sejak tanggal 23-24 September 2021, karena mendapat perlawanan dari warga sekitar yang melempari petugas dengan batu. Baca juga:Baca juga: Kecanduan Narkoba, Anak Durhaka Pukuli Orangtua dan Keponakan dengan Linggis
"Hari pertama penggrebekan, ketika masuk lorong, anggota sudah diikuti oleh Benteng, si bandar utama. Tiba-tiba ada hujan batu, anggota langsung berlindung, sementara di sebuah rumah anggota telah menangkap satu tersangka yakni Apriansyah," ujar AKBP Andi Supriadi, Sabtu (25/9/2021).
Karena mendapat perlawanan, lanjut Andi, pihaknya memutuskan untuk kembali ke lokasi tersebut keesokan harinya dengan kekuatan personel yang lebih besar. "Dari penggrebekan hari kedua, kami menangkap Benteng yang merupakan orang kepercayaan bandar utama yakni Mardian. Peran dia ini adalah orang yang memberikan informasi ketika ada penggrebekan," jelasnya.
Saat penggerebekan, polisi juga mencabut semua instalasi CCTV yang terpasang di sekitar lokasi. Sedikitnya tujuh unit CCTV yang disita diduga terhubung ke rumah seorang bandar. "CCTV ini diduga untuk memantau jika ada polisi yang akan menggerebek," ujarnya.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Palembang, AKBP Andi Supriadi mengatakan, penggerebekan di kawasan Boom Baru tersebut terpaksa dilakukan pihaknya selama dua hari berturut-turut, yakni sejak tanggal 23-24 September 2021, karena mendapat perlawanan dari warga sekitar yang melempari petugas dengan batu. Baca juga:Baca juga: Kecanduan Narkoba, Anak Durhaka Pukuli Orangtua dan Keponakan dengan Linggis
"Hari pertama penggrebekan, ketika masuk lorong, anggota sudah diikuti oleh Benteng, si bandar utama. Tiba-tiba ada hujan batu, anggota langsung berlindung, sementara di sebuah rumah anggota telah menangkap satu tersangka yakni Apriansyah," ujar AKBP Andi Supriadi, Sabtu (25/9/2021).
Karena mendapat perlawanan, lanjut Andi, pihaknya memutuskan untuk kembali ke lokasi tersebut keesokan harinya dengan kekuatan personel yang lebih besar. "Dari penggrebekan hari kedua, kami menangkap Benteng yang merupakan orang kepercayaan bandar utama yakni Mardian. Peran dia ini adalah orang yang memberikan informasi ketika ada penggrebekan," jelasnya.
Saat penggerebekan, polisi juga mencabut semua instalasi CCTV yang terpasang di sekitar lokasi. Sedikitnya tujuh unit CCTV yang disita diduga terhubung ke rumah seorang bandar. "CCTV ini diduga untuk memantau jika ada polisi yang akan menggerebek," ujarnya.
Lihat Juga :