24 Mahasiswa dan Dosen Terjebak Luapan Air Sungai Jeneberang
Senin, 01 Juni 2020 - 17:01 WIB
loading...
Personel Polsek Tinggimoncong bersama prajurit Koramil 1409-04 Tinggimoncong, mengevakuasi pengunjung air terjun Barayya yang terjebak luapan sungai Jeneberang. Foto: SINDOnews/Herni Amir
A
A
A
SUNGGUMINASA - 24 orang terdiri dari mahasiswa dan dosen asal Makassar yang hendak berekreasi ke permandian air terjun Barrayya di Kecamatan Parigi, terjebak luapan air sungai di hulu Sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa .
Mereka belum sempat sampai ke air terjun tersebut, namun hujan deras telah mengguyur sekitar Pukul 14:15 Wita, Minggu 31 Mei kemarin.
Akibatnya, air sungai Jeneberang meluap. Ke-24 mahasiswa dan dosen itu terpaksa bertahan sambil menunggu pertolongan.
Kapolsek Tinggimoncong Iptu Hasan Fadhlyh mengatakan, 24 orang tersebut hendak menyebrangi sungai Jeneberang pada pukul 13:00 Wita menuju permandian air terjun yang jaraknya sekitar 1.5 km dari jembatan merah Desa Majannang, Kecamatan Parigi.
"Akses untuk menuju air terjun harus melewati jalur sungai. Menempuh perjalanan satu setengah jam," ungkapnya, Senin (1/6/2020).
Mereka belum sempat sampai ke air terjun tersebut, namun hujan deras telah mengguyur sekitar Pukul 14:15 Wita, Minggu 31 Mei kemarin.
Akibatnya, air sungai Jeneberang meluap. Ke-24 mahasiswa dan dosen itu terpaksa bertahan sambil menunggu pertolongan.
Kapolsek Tinggimoncong Iptu Hasan Fadhlyh mengatakan, 24 orang tersebut hendak menyebrangi sungai Jeneberang pada pukul 13:00 Wita menuju permandian air terjun yang jaraknya sekitar 1.5 km dari jembatan merah Desa Majannang, Kecamatan Parigi.
"Akses untuk menuju air terjun harus melewati jalur sungai. Menempuh perjalanan satu setengah jam," ungkapnya, Senin (1/6/2020).
Lihat Juga :