Melihat Geliat Ekonomi Warga Sekitar Kawasan Industri Nikel di Konawe
Senin, 01 Juni 2020 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan penuturannya, omset warung makan bergantung pada para pekerja pabrik, yang di antaranya diisi para pekerja lokal dan pekerja asing.
Selain Sasto, ada juga Ponikem (53). Dia adalah petani sayur yang kini berubah menjadi pemilik kosan dengan 20 kamar, setelah adanya pembangunan smelter (tungku pengolahan bijih nikel) di kawasan tersebut. Ponikem pun menuturkan banyak anak-anak muda yang tadinya pengangguran juga terserap menjadi tenaga kerja di kawasan tambang.
"Kondisi sekarang alhamdulillah, lebih baik," terangnya.
Kepala Desa Puurui, Mahadi (52), juga menceritakan semakin banyak masyarakat sekitar yang direkrut sebagai karyawan. Hal ini merupakan dampak yang sangat positif, karena kehadiran industri tersebut membuka lapangan kerja kepada masyarakat yang sebelumnya bekerja tidak menentu.
Baca Juga: ESDM: HPM Indonesia Wajib Dipatuhi Pelaku Usaha Nikel
Selain Sasto, ada juga Ponikem (53). Dia adalah petani sayur yang kini berubah menjadi pemilik kosan dengan 20 kamar, setelah adanya pembangunan smelter (tungku pengolahan bijih nikel) di kawasan tersebut. Ponikem pun menuturkan banyak anak-anak muda yang tadinya pengangguran juga terserap menjadi tenaga kerja di kawasan tambang.
"Kondisi sekarang alhamdulillah, lebih baik," terangnya.
Kepala Desa Puurui, Mahadi (52), juga menceritakan semakin banyak masyarakat sekitar yang direkrut sebagai karyawan. Hal ini merupakan dampak yang sangat positif, karena kehadiran industri tersebut membuka lapangan kerja kepada masyarakat yang sebelumnya bekerja tidak menentu.
Baca Juga: ESDM: HPM Indonesia Wajib Dipatuhi Pelaku Usaha Nikel
Lihat Juga :