Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pendakian ke Gunung Arjuno Welirang Sudah Buka, Cek Persyaratannya

loading...
Pendakian ke Gunung Arjuno Welirang Sudah Buka, Cek Persyaratannya
Pendakian ke Gunung Arjuno Welirang sudah dibuka dengan sejumlah persyaratan.Foto/dok
MALANG - Pendakian ke Gunung Arjuno Welirang resmi kembali dibuka. Pembukaan pendakian ke Gunung Arjuno Welirang dimulai pada 19 September 2021 lalu, dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Namun dari empat pos pendakian ke Gunung Arjuno Welirang, yakni Pos Tretes, Pos Tambaksari, Kabupaten Pasuruan, Pos Lawang, Kabupaten Malang, dan Pos Batu, pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo hanya membuka dua pos pendakian, yaitu Pos Tretes dan Pos Tambaksari, di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Mirip Korupsi Bekas Menpora Imam Nahrawi, Kejari Didesak Usut Kasus KONI Blitar

Kepala Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo, Ahmad Wahyudi mengungkapkan, pembukaan jalur pendakian Arjuno Welirang disesuaikan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) mengenai penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan di Malang raya, yang berlaku hingga 4 Oktober 2021 mendatang.



"Untuk jalur dari Kota Batu dan Lawang masih belum. Karena kami berpatokan pada Inmendagri terakhir," ucap Wahyudi dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Selasa siang (21/9/2021).

Meskipun sudah dibuka, Wahyudi menambahkan bahwa antusiasme pendaki masih minim. Tercatat baru 38 orang yang sudah melakukan pendakian ke Arjuno Welirang setelah resmi dibuka kembali. Rinciannya 20 orang melalui jalur Tretes dan 18 orang melalui jalur Purwosari, Pasuruan.

Baca juga: Prihatin Nasib Guru Honorer Banten, Ketua DPD RI Minta Pemkab Pandeglang Tanggung Jawab

"Biasanya pendakian ke Arjuno itu, ramainya saat akhir pekan. Kalau tengah pekan seperti ini sepi. Bahkan tidak ada yang naik," tambahnya.

Wahyudi menambahkan, para calon pendaki juga diwajibkan melampirkan bukti telah tervaksin COVID-19, minimal satu dosis. Hal ini bisa dibuktikan dengan memindai aplikasi Peduli Lindungi di base camp atau menunjukkan sertifikat vaksin. Pendaki yang belum menjalani vaksin, tidak diperkenankan melakukan pendakian.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top