Pasien Covid-19 Berkurang, RS Alihkan Tempat Tidur ke Pasien Umum
Selasa, 21 September 2021 - 13:11 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Tingkat keterisian tempat tidur atau BOR (bed occupancy rate) untuk penanganan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit (RS) milik Pemprov Sulsel mulai menurun. Kondisi ini diklaim karena kasus Covid-19 yang melandai.
Pemprov Sulsel pun mulai mengonversi kembali ruangan di tiap RS untuk menangani pasien umum. Menyusul pemakaian tempat tidur untuk penanganan pasien Covid-19 sudah minim.
Baca juga: Polisi Gelar Operasi Patuh Jaya, Sopir Bajaj dan Taksi Senang Diberhentikan
Ketua Koordinator Posko Satgas Covid-19 Sulsel, dr Arman Bausat menjelaskan, sejumlah ruangan RS milik Pemprov Sulsel memang melayani pasien yang terpapar virus corona. Itu dilakukan saat kasus Covid-19 melonjak di Sulsel.
Di RSK Dadi Makassar misalnya, sebanyak 230 tempat tidur pasien umum terpaksa dialihfungsikan khusus penanganan pasien Covid-19. Demikian pula di RS Haji yang 200 tempat tidurnya hanya fokus melayani pasien virus korona.
Namun seiring menurunnya kasus Covid-19, jumlah pasien terpapar virus korona yang dirawat pun semakin minim. Kondisi ini disambut baik, tempat tidur akhirnya kembali dikonversi untuk mulai menangani pasien umum secara bertahap.
“Sekarang kasus harian yang kian menurun, otomatis tadi tempat tidur yang kita konversi untuk pasien Covid, dikonversi kembali menjadi tempat tidur pasien umum," ujar Dokter Arman, Senin (20/9).
Baca juga: 5.922 WNI Terkonfirmasi Covid-19 di Luar Negeri, 5.022 Sembuh
Sejauh ini, angka BOR di RS Pemprov Sulsel dikatakan berkisar 10-14%. Khusus di RSK Dadi saja, BOR-nya tersisa 2% saja. "Pasien Covid di RS Dadi sudah tidak ada yang diisolasi. Tapi di ICU ada dua pasien," imbuh Dokter Arman.
Berdasarkan data Posko Satgas Covid-19, BOR tempat tidur (TT) isolasi kini menurun 0,77% dibanding hari sebelumnya. Begitupun BOR ICU yang juga turun 1,11%.
Jika dirincikan, tempat tidur (TT) isolasi secara total di 116 rumah sakit di Sulsel berjumlah 3.109 TT, dan yang terpakai hanya 318 TT. Sedangkan tempat tidur ICU secara total yang tersedia 359 TT, dan yang terpakai sisa 57 TT. Total keseluruhan BOR saat ini mencapai 10,81%.
Baca juga: Mantap! Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 100 Juta Suntikan, Ini Rahasinya!
Kendati begitu, Direktur RSK Dadi Makassar ini menegaskan, pihaknya tetap mengantisipasi ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19. Apalagi Plt Gubernur Sulsel terus mengontrol BOR di tiap RS.
"Setiap hari Pak Gubernur itu kontrol BOR. Kita tiap hari melapor berapa bor hari ini. Jadi kalau BOR sudah mulai melewati 70%, langsung Bapak perintahkan konversi segera," jelasnya.
Tidak hanya di RS, layanan fasilitas isolasi integrasi (FIT) Pemprov Sulsel juga demikian. Tingkat keterisian tempat isolasi bagi pasien Covid-19 bergejala ringan itu disebut semakin berkurang. Di Gedung BPSDM Sulsel tercatat tinggal 7 pasien yang isolasi. Sedangkan Asrama Haji masih berkisar 20 orang.
Baca juga: Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19, Luhut: Kami Sudah Lebih Siap !
Sementara, dari data Satgas Covid-19 Sulsel per tanggal 19 September 2021, akumulasi kasus Covid-19 di Sulsel mencapai 107.812 orang. Namun 103.366 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, dan 2.180 orang meninggal dunia.
Penanganan pengendalian Covid-19 di Sulsel pun digencarkan dengan mempercepat layanan vaksinasi. Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan, layanan vaksin terus diakselerasi. Pelaksanaannya lewat program Sulsel Kebut Vaksinasi.
"Alhamdulillah, tertanggal 18 September 2021, adapun cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan dari target 7.058.141 orang telah mencapai sekitar 2.127.376 orang lebih atau sekitar 30,14% untuk vaksinasi dosis 1," ucap Andi Sudirman.
Sementara vaksinasi penuh sudah mencapai mencapai 17,16% atau sebanyak 1.211.435 orang. Vaksinasi penuh, dalam artian, pemberian sudah tuntas pemberian dosis pertama dan kedua.
Baca juga: DPR Ingatkan Jangan Lengah Walaupun Penanganan Covid-19 Indonesia Terbaik
Pertumbuhan kasus Covid-19 pun diklaim terus mengalami penurunan. Indikator itu terlihat dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel per tanggal 18 September 2021. Dimana reproduksi efektif (Rt) Covid-19 Sulsel kini berada di angka 0,72.
Sedangkan tingkat kesembuhan atau recovery rate (RR) mencapai 95,7%, atau di bawa nasional sebesar 95,1%. Sementara tingkat kematian atau Case Fatality Rate (CFR) pun 2,02% atau di bawah angka nasional 3,4%.
Pemprov Sulsel pun mulai mengonversi kembali ruangan di tiap RS untuk menangani pasien umum. Menyusul pemakaian tempat tidur untuk penanganan pasien Covid-19 sudah minim.
Baca juga: Polisi Gelar Operasi Patuh Jaya, Sopir Bajaj dan Taksi Senang Diberhentikan
Ketua Koordinator Posko Satgas Covid-19 Sulsel, dr Arman Bausat menjelaskan, sejumlah ruangan RS milik Pemprov Sulsel memang melayani pasien yang terpapar virus corona. Itu dilakukan saat kasus Covid-19 melonjak di Sulsel.
Di RSK Dadi Makassar misalnya, sebanyak 230 tempat tidur pasien umum terpaksa dialihfungsikan khusus penanganan pasien Covid-19. Demikian pula di RS Haji yang 200 tempat tidurnya hanya fokus melayani pasien virus korona.
Namun seiring menurunnya kasus Covid-19, jumlah pasien terpapar virus korona yang dirawat pun semakin minim. Kondisi ini disambut baik, tempat tidur akhirnya kembali dikonversi untuk mulai menangani pasien umum secara bertahap.
“Sekarang kasus harian yang kian menurun, otomatis tadi tempat tidur yang kita konversi untuk pasien Covid, dikonversi kembali menjadi tempat tidur pasien umum," ujar Dokter Arman, Senin (20/9).
Baca juga: 5.922 WNI Terkonfirmasi Covid-19 di Luar Negeri, 5.022 Sembuh
Sejauh ini, angka BOR di RS Pemprov Sulsel dikatakan berkisar 10-14%. Khusus di RSK Dadi saja, BOR-nya tersisa 2% saja. "Pasien Covid di RS Dadi sudah tidak ada yang diisolasi. Tapi di ICU ada dua pasien," imbuh Dokter Arman.
Berdasarkan data Posko Satgas Covid-19, BOR tempat tidur (TT) isolasi kini menurun 0,77% dibanding hari sebelumnya. Begitupun BOR ICU yang juga turun 1,11%.
Jika dirincikan, tempat tidur (TT) isolasi secara total di 116 rumah sakit di Sulsel berjumlah 3.109 TT, dan yang terpakai hanya 318 TT. Sedangkan tempat tidur ICU secara total yang tersedia 359 TT, dan yang terpakai sisa 57 TT. Total keseluruhan BOR saat ini mencapai 10,81%.
Baca juga: Mantap! Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 100 Juta Suntikan, Ini Rahasinya!
Kendati begitu, Direktur RSK Dadi Makassar ini menegaskan, pihaknya tetap mengantisipasi ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19. Apalagi Plt Gubernur Sulsel terus mengontrol BOR di tiap RS.
"Setiap hari Pak Gubernur itu kontrol BOR. Kita tiap hari melapor berapa bor hari ini. Jadi kalau BOR sudah mulai melewati 70%, langsung Bapak perintahkan konversi segera," jelasnya.
Tidak hanya di RS, layanan fasilitas isolasi integrasi (FIT) Pemprov Sulsel juga demikian. Tingkat keterisian tempat isolasi bagi pasien Covid-19 bergejala ringan itu disebut semakin berkurang. Di Gedung BPSDM Sulsel tercatat tinggal 7 pasien yang isolasi. Sedangkan Asrama Haji masih berkisar 20 orang.
Baca juga: Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19, Luhut: Kami Sudah Lebih Siap !
Sementara, dari data Satgas Covid-19 Sulsel per tanggal 19 September 2021, akumulasi kasus Covid-19 di Sulsel mencapai 107.812 orang. Namun 103.366 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, dan 2.180 orang meninggal dunia.
Penanganan pengendalian Covid-19 di Sulsel pun digencarkan dengan mempercepat layanan vaksinasi. Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan, layanan vaksin terus diakselerasi. Pelaksanaannya lewat program Sulsel Kebut Vaksinasi.
"Alhamdulillah, tertanggal 18 September 2021, adapun cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan dari target 7.058.141 orang telah mencapai sekitar 2.127.376 orang lebih atau sekitar 30,14% untuk vaksinasi dosis 1," ucap Andi Sudirman.
Sementara vaksinasi penuh sudah mencapai mencapai 17,16% atau sebanyak 1.211.435 orang. Vaksinasi penuh, dalam artian, pemberian sudah tuntas pemberian dosis pertama dan kedua.
Baca juga: DPR Ingatkan Jangan Lengah Walaupun Penanganan Covid-19 Indonesia Terbaik
Pertumbuhan kasus Covid-19 pun diklaim terus mengalami penurunan. Indikator itu terlihat dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel per tanggal 18 September 2021. Dimana reproduksi efektif (Rt) Covid-19 Sulsel kini berada di angka 0,72.
Sedangkan tingkat kesembuhan atau recovery rate (RR) mencapai 95,7%, atau di bawa nasional sebesar 95,1%. Sementara tingkat kematian atau Case Fatality Rate (CFR) pun 2,02% atau di bawah angka nasional 3,4%.
(luq)
Lihat Juga :