Pemkab Majene Siap Dukung Program Tim PORA Imigrasi Polman
Selasa, 21 September 2021 - 12:24 WIB
loading...
Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar menggelar rapat koordinasi Tim PORA Kabupaten Majene, Jumat 17 September. Foto: Istimewa
A
A
A
MAJENE - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar menggelar rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) Kabupaten Majene, Jumat 17 September.
Rapat itu dihadiri perwakilan Pemkab Majene, Polres Majene, Kodim 1401/Majene, Kejaksaan Negeri, BIN, BAIS, Posmat TNI AL, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majene, Kesbangpol, Dinas Transmigrasi Tenaga Kerja,
Disdukcapil, Kemenag, dan Dispora.
Baca juga:Imigrasi Polman Perkuat Pengawasan Orang Asing
Rapat tersebut dibuka Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Majene, Arismunandar. Dalam kesempatan itu, Wabup mengatakan, bahwa setiap tahunnya Kabupaten Majene biasa kedatangan orang asing, baik untuk kunjungan wisata, pendidikan maupunkegiatan sosial.
“Untuk tujuan pendidikan atau sosial ini biasa terjadi apabila ada pertukaran guru, karena saya mengingat bebrapa tahun selumnya ada guru atau tenaga pendidik berasal dari orang asing atau luar negeri dan untuk pengawasannya adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Arismunandar dalam siaran persnya kepada SINDOnews.
Arismunandar juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Majene siap mendukung secara penuh kegiatan maupun program dari Tim PORA.
Ia menambahkan, melalui kegiatan Tim Pora ini, juga dapat menjadi wadah untuk melakukan koordinasi maupun kerja sama agar orang asing yang berada di Kabupaten Majene, merasa aman dan nyaman. Ia berharap, kegiatan serupa dapatdilaksanakan secara berkala di Majene.
Baca juga:Imigrasi Polewali Sosialisasikan Layanan Eazy Passport
Usai sambutan Wakil Bupati Majene, rapat dilanjutkan dengan paparan terkait pengawasan orang asing oleh Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Barat, Soeryo Tarto Kisdoyo. Ia mewakili Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Barat.
Dalam paparannya, Soeryo Tarto Kisdoyo menyampaikan bahwa diperlukan adanya sinergi dan persamaan persepsi tentang kebijakan-kebijakan terhadap orang asing.
“Setiap instansi memiliki aturan masing-masing mengenai keberadaan dan kegiatan orang asing. Oleh karena itu, kegiatan Tim PORA ini dapat menjadi wadah untuk menyamakan persepsi terhadap kewenangan suatu instansi dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing yang ada di Kabupaten Majene,” paparnya.
Baca juga:Imigrasi Polman Bakal Launching Program Jempol Mama
Ia melanjutkan, Kabupaten Majene merupakan daerah yang berada di pesisir pantai. Kondisi itu dapat digunakan sebagai tempat masuk bagi orang asing secara ilegal. Luas pesisir pantai Kabupaten Majene yang mencapai 125 km dapat menyulitkan pelaksanaan pengawasan terhadap titik rawan tersebut.
Ditambah lagi posisi strategis Kabupaten Majene sebagai jalur perlintasan juga dapatmenjadi keuntungan bahkan kekurangan dalam melakukan pengawasan orang asing,tambahnya.
Rapat itu dihadiri perwakilan Pemkab Majene, Polres Majene, Kodim 1401/Majene, Kejaksaan Negeri, BIN, BAIS, Posmat TNI AL, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majene, Kesbangpol, Dinas Transmigrasi Tenaga Kerja,
Disdukcapil, Kemenag, dan Dispora.
Baca juga:Imigrasi Polman Perkuat Pengawasan Orang Asing
Rapat tersebut dibuka Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Majene, Arismunandar. Dalam kesempatan itu, Wabup mengatakan, bahwa setiap tahunnya Kabupaten Majene biasa kedatangan orang asing, baik untuk kunjungan wisata, pendidikan maupunkegiatan sosial.
“Untuk tujuan pendidikan atau sosial ini biasa terjadi apabila ada pertukaran guru, karena saya mengingat bebrapa tahun selumnya ada guru atau tenaga pendidik berasal dari orang asing atau luar negeri dan untuk pengawasannya adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Arismunandar dalam siaran persnya kepada SINDOnews.
Arismunandar juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Majene siap mendukung secara penuh kegiatan maupun program dari Tim PORA.
Ia menambahkan, melalui kegiatan Tim Pora ini, juga dapat menjadi wadah untuk melakukan koordinasi maupun kerja sama agar orang asing yang berada di Kabupaten Majene, merasa aman dan nyaman. Ia berharap, kegiatan serupa dapatdilaksanakan secara berkala di Majene.
Baca juga:Imigrasi Polewali Sosialisasikan Layanan Eazy Passport
Usai sambutan Wakil Bupati Majene, rapat dilanjutkan dengan paparan terkait pengawasan orang asing oleh Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Barat, Soeryo Tarto Kisdoyo. Ia mewakili Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Barat.
Dalam paparannya, Soeryo Tarto Kisdoyo menyampaikan bahwa diperlukan adanya sinergi dan persamaan persepsi tentang kebijakan-kebijakan terhadap orang asing.
“Setiap instansi memiliki aturan masing-masing mengenai keberadaan dan kegiatan orang asing. Oleh karena itu, kegiatan Tim PORA ini dapat menjadi wadah untuk menyamakan persepsi terhadap kewenangan suatu instansi dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing yang ada di Kabupaten Majene,” paparnya.
Baca juga:Imigrasi Polman Bakal Launching Program Jempol Mama
Ia melanjutkan, Kabupaten Majene merupakan daerah yang berada di pesisir pantai. Kondisi itu dapat digunakan sebagai tempat masuk bagi orang asing secara ilegal. Luas pesisir pantai Kabupaten Majene yang mencapai 125 km dapat menyulitkan pelaksanaan pengawasan terhadap titik rawan tersebut.
Ditambah lagi posisi strategis Kabupaten Majene sebagai jalur perlintasan juga dapatmenjadi keuntungan bahkan kekurangan dalam melakukan pengawasan orang asing,tambahnya.
(luq)
Lihat Juga :