Dewan Minta Pelaksanaan PTM Terbatas di Luwu Timur Dikawal Ketat

Selasa, 21 September 2021 - 10:30 WIB
loading...
Dewan Minta Pelaksanaan...
Anggota Dewan dari Fraksi Hanura, Alpian mengharapkan agar pembelajaran tatap muka (PTM) dikawal dengan baik untuk memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan maksimal. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
LUWU TIMUR - Anggota Dewan Perwakil Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur dari Fraksi Hanura, Alpian mengharapkan agar pembelajaran tatap muka (PTM) dikawal dengan baik untuk memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan maksimal.

Diketahui, PTM telah dilaksanakan di Kabupaten Luwu Timur mulai Senin (20/9/2021) kemarin. Menurut Alpian, untuk mencegah terjadinya penambahan kasus Covid-19 , PTM harus dikawal ketat agar para siswa bisa menikmati proses pembelajaran yang tidak lagi terbatas ke depan.

"Fraksi Hanura berharap agar proses belajar mengajar ini terus dikawal dengan baik," kata Alpian, Selasa (21/9/21).

Lanjut Alpian, pelaksanaan PTM merupakan buah dari kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur dalam menekan kasus Covid-19. Luwu Timur yang dulunya menyandang status PPKM Level 4 , baru-baru ini turun menjadi Level 3.

"Saat ini anak didik kita sudah memulai melakukan pembelajaran tatap muka terbatas di Kabupaten Luwu Timur, itu dilakukan karena mengingat Pemerintah Daerah mampu menekan angka Covid hingga turun di level 3 saat ini," jelas Alpian.

Baca Juga: Nadiem Minta Vaksinasi Guru Dituntaskan untuk Tingkatkan PTM Terbatas

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur , La Besse mengatakan kepastian dimulainya PTMT ini setelah keluarnya rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Luwu Timur, dengan Nomor 016/B/Satgas-LT/IX/2021, tertanggal 17 September 2021 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan, Rosmini Pandin selaku Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Luwu Timur.

"Dalam rekomendasi Satgas Covid-19, ada beberapa poin yang menjadi penekanan terkait penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19," kata dia.

La Besse menjelaskan, beberapa poin yang dimaksud, di antaranya menyediakan tempat cuci tangan dan sabun dengan air mengalir di depan gedung/kelas sebelum kegiatan berlangsung, mewajibkan kepada semua yang terlibat dalam kegiatan tersebut untuk memakai masker tanpa terkecuali, dan upaya identifikasi (penapisan) dengan mengukur suhu badan sebelum mengikuti acara (suhu 38 derajat dilarang untuk ikut).

"Kami sudah menerima rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Luwu Timur terkait usulan untuk pemberlakuan sekolah tatap muka terbatas di seluruh satuan tingkatan pendidikan, dan kami sudah tindaklanjuti kepada para kepala sekolah untuk persiapan pelaksanaan PTMT," ungkap La Besse.

Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Luwu Utara Dimulai Hari Ini

Dia menambahkan, terkait PTMT ini, ada beberapa hal yang diatur, yakni jumlah peserta didik yang dihadirkan setiap hari untuk mengikuti belajar tatap muka di ruang kelas dibatasi dengan ketentuan, untuk TK maksimal 5 Orang, SD maksimal 7 Orang, SMP maksimal 8 Orang dan SMA/SMK maksimal 9 Orang.

Lama belajar adalah hanya 3 jam pelajaran. Tak hanya itu, sebelum di mulai PTMT, pihak sekolah melakukan persiapan berupa kelengkapan sarana/prasarana sesuai dengan protokol kesehatan. Demikian juga Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan dan peserta didik yang hadir di sekolah wajib menerapkan protool kesehatan yang ketat.

Khusus bagi tenaga pendidik yang belum divaksin, La Besse mengatakan, hal ini tidak menjadi syarat mutlak dalam pelaksanaan PTMT, namun jika yang bersangkutan merasa kurang sehat dipersilakan untuk mengajar secara virtual dari rumah.

Sedangkan bagi siswa yang belum diizinkan orang tuanya belajar tatap muka di sekolah, tetap melakukan pembelajaran secara daring.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awas! 20 Siswa dan Guru...
Awas! 20 Siswa dan Guru di Gunungkidul Terpapar Covid-19
Waspada! 3 Kasus Baru...
Waspada! 3 Kasus Baru Covid-19 Ditemukan di Gunungkidul saat Kegiatan PTM di Sekolah
Pandemi Melandai, PTM...
Pandemi Melandai, PTM di Kota Bandung Digelar 100 Persen
Husairi Abdi Ajak Insan...
Husairi Abdi Ajak Insan Pendidik di Hulu Sungai Utara Terus Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Masuk Sekolah di Jabar...
Masuk Sekolah di Jabar 12 Mei 2022, Siswa-Tenaga Pendidik Diimbau Hindari Puncak Arus Balik
Tren Positif COVID-19...
Tren Positif COVID-19 Terus Turun, Disdik Optimistis KBM Bisa 100% Usai Lebaran
Sekolah Terdampak Bencana...
Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktifkan Kembali Pembelajaran Tatap Muka
Pemerintah Batal Terapkan...
Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Daring bagi Siswa
Unpad Gelar Pembelajaran...
Unpad Gelar Pembelajaran Tatap Muka di Semester Genap
Rekomendasi
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved