Video Penganiayaan Napi Viral, Kamar Lapas Tanjung Gusta Medan Dirazia
Selasa, 21 September 2021 - 08:33 WIB
loading...
Sejumlah kamar warga binaan di Lapas Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara, dirazia petugas untuk mengantisipasi keributan. Foto/iNews TV/Ahmad Ridwan Nasution
A
A
A
MEDAN - Belasan petugas Lapas Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara, menggeledah sejumlah kamar warga binaan. Langkah ini dilakukan, sebagai antisipasi tindak kekerasan susulan, pasca terjadinya dugaan penganiayaan.
Baca juga: Dirjen Pas Ungkap Lapas di Indonesia Rata-rata Melebihi Kapasitas 102%
Kasus dugaan penganiayaan tersebut viral di media sosial, setelah videonya tersebar kemana-mana. Penggeledahan yang dilakukan petugas lapas dilakukan di Blok T-5, tempat napi S yang terekam dalam video viral itu.
Kepala Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyatno mengatakan, penggeledahan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya keributan antara napi dengan sipir, maupun perselisihan sesama napi.
Baca juga: Asyik Bersetubuh di Kamar Kos, Sejumlah Pasangan Selingkuh Diringkus Tanpa Busana
"Dari hasil razia yang dilakukan, petugas tidak mendapatkan benda-benda terlarang di dalam kamar para napi. Komunikasi intensif antara sipir dan warga binaan terus dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya aksi kekerasan," tuturnya.
Baca juga: Dirjen Pas Ungkap Lapas di Indonesia Rata-rata Melebihi Kapasitas 102%
Kasus dugaan penganiayaan tersebut viral di media sosial, setelah videonya tersebar kemana-mana. Penggeledahan yang dilakukan petugas lapas dilakukan di Blok T-5, tempat napi S yang terekam dalam video viral itu.
Kepala Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyatno mengatakan, penggeledahan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya keributan antara napi dengan sipir, maupun perselisihan sesama napi.
Baca juga: Asyik Bersetubuh di Kamar Kos, Sejumlah Pasangan Selingkuh Diringkus Tanpa Busana
"Dari hasil razia yang dilakukan, petugas tidak mendapatkan benda-benda terlarang di dalam kamar para napi. Komunikasi intensif antara sipir dan warga binaan terus dilakukan, untuk mengantisipasi terjadinya aksi kekerasan," tuturnya.
Lihat Juga :