Integrasi Pelabuhan, Mengantarkan Semanggi Merebut Cuan
Minggu, 19 September 2021 - 23:18 WIB
loading...
A
A
A
Bahan tidak hanya pada jenis makanan sehingga awet dan praktis. Namun Aminah kembali ditunjukkan jalan agar makanan legendaris itu tampil dengan kemasan yang menggoda. Ia dipertemukan dengan anak-anak muda yang menjadi kreator kemasan (packaging) kota ini, mereka pun merekomendasikan kemasan selendang semanggi yang bisa menaikkan nilai jualnya sampai di luar negeri.
Baca juga: Kisah Brahmana dari India yang Hendak Menantang Sunan Bonang Malah Jadi Murid
Ia pun berkolaborasi dengan kelompok muda yang membantu membuatkan packaging semangginya. Hingga, muncul nama yang akhirnya dipatenkan olehnya dengan nama selendang semanggi.
Tiap bulan, omzet yang diperolehnya bisa tembus puluhan juta rupiah. Ia pun mampu mempekerjakan para tetangganya serta memberikan angin segar bagi penanam Semanggi yang ada di Surabaya Barat. Berkah bagi para petani, penjual sampai pengepul semanggi yang dulunya terpinggirkan.
Derasnya pesanan semanggi memberikan banyak harapan bagi masyarakat Surabaya. Saat banyak order dan pesanan, Aminah yang juga pendiri UKM Bina Makmur Sambikerep ini berkolaborasi dengan pembuat semanggi yang lain di Sambikerep. Penjualan secara online mengangkat pesanan yang cukup pesat.
Aminah pun mengakui kalau kualitas dan rasa semanggi Sambikerep itu sudah dikenal dunia. Sejumlah warga Belanda, Swiss, Jepang, Singapura maupun negara lainnya yang pernah merasakan semanggi ketagihan.
"Kalau biaya ekspor lebih murah dan bersaing, saya yakin produk dari UMKM kecil ini bisa menguasai pasar di luar negeri. Pelayanan pelabuhan bisa lebih cepat dan integrasi bisa menjadi harapan kami," jelasnya.
Baca juga: Andari dan Andani, Wisudawati Kembar yang Kompak Lulus dari Farmasi Unair
Aminah merupakan satu diantara ribuan UMKM yang memiliki keinginan sama untuk bisa menguasai pasar luar negeri. Mereka pun cukup potensial untuk bisa mengerakan perekonomian warga. Menyerap banyak tenaga kerja dan mendulang rupiah dan dolar dari tiap bilik rumahnya.
Sampai saat ini di Kota Surabaya, ada sekitar 2.500 UMKM yang dibina oleh pemerintah Kota Surabaya. Dari jumlah tersebut ada UMKM yang produknya sudah diekspor, tetapi bagi UMKM yang masih belum berhasil akan terus-menerus dibina melalui pelatihan-pelatihan bagaimana cara pembuatan produk, pengemasan, distribusi barang, manajemen keuangan, pemasaran dan perizinan serta sertifikasi internasional.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan, integrasi di pelabuhan bisa menjadi pemantik sekaligus menjadi momentum kebangkitan UMKM Surabaya dan langsung membidik pasar mancanegara.
Bahkan, pihaknya juga tahun ini membuat Surabaya Fashion Craft and Culinary Expo 2021 ini untuk memasarkan produk UMKM Surabaya ke tingkat dunia, makanya semua sister city Surabaya diundang untuk mengikuti acara pembukaan itu. "Kita ingin sebagai pemerintah jadi marketing dan fasilitator supaya UMKM di Kota Surabaya ini terus bergerak dan bisa menggerakkan ekonomi Kota Surabaya," kata Eri.
Baca juga: Kisah Djuwari, Pemikul Tandu Jenderal Sudirman yang Terlupakan
Ia menambahkan, saat ini ada banyak jalan supaya produk-produk UMKM Surabaya bisa ekspor. Beberapa produk UMKM seperti Semanggi memang sudah ekspor dan kemudahan dalam integrasi di pelabuhan bisa melapangkan jalan UMKM itu di pasar internasional. "Jadi, targetnya memang semakin banyak lagi UMKM yang masuk platform digital, sehingga mereka bisa menembus pasar internasional," katanya.
Ketua Tim Sinergi dan Integrasi BUMN dalam Layanan Pelabuhan, Arif Suhartono menuturkan, integrasi akan menjadi kunci dalam pelayanan logistik. Termasuk barang-barang yang keluar negeri untuk ekspor.
Integrasi Pelindo I-IV, menurutnya menjadi langkah pelabuhan untuk membantu memperbaiki sektor logistik. "Nantinya kapal-kapal di dermaga akan semakin pendek waktunya, jadi punya opportunity pendapatan uang lebih banyak. Memperbaiki layanan di sektor logistik," jelasnya.
Makanya, ketika Pelindo I-IV menjadi satu akan menentukan percepatan yang luar biasa. Sehingga operasionalnya diklasterkan dalam empat subholding di bawah Pelindo Indonesia Sinergi. "Bisa lebih cepat pelayanan," sahutnya.
Klaster-klaster itu meliputi subhloding Pelindo Non Petikemas, Pelindo Marine, Pelindo Petikemas dan Equipment dan Pelindo Logistik. Permodelan pengelolaan untuk kegiatan yang sama beberapa pelabuhan cabang yang tadinya mengelola semua kegiatan dilebur dalam satu perusahaan.
Baca juga: Kisah Brahmana dari India yang Hendak Menantang Sunan Bonang Malah Jadi Murid
Ia pun berkolaborasi dengan kelompok muda yang membantu membuatkan packaging semangginya. Hingga, muncul nama yang akhirnya dipatenkan olehnya dengan nama selendang semanggi.
Tiap bulan, omzet yang diperolehnya bisa tembus puluhan juta rupiah. Ia pun mampu mempekerjakan para tetangganya serta memberikan angin segar bagi penanam Semanggi yang ada di Surabaya Barat. Berkah bagi para petani, penjual sampai pengepul semanggi yang dulunya terpinggirkan.
Derasnya pesanan semanggi memberikan banyak harapan bagi masyarakat Surabaya. Saat banyak order dan pesanan, Aminah yang juga pendiri UKM Bina Makmur Sambikerep ini berkolaborasi dengan pembuat semanggi yang lain di Sambikerep. Penjualan secara online mengangkat pesanan yang cukup pesat.
Aminah pun mengakui kalau kualitas dan rasa semanggi Sambikerep itu sudah dikenal dunia. Sejumlah warga Belanda, Swiss, Jepang, Singapura maupun negara lainnya yang pernah merasakan semanggi ketagihan.
"Kalau biaya ekspor lebih murah dan bersaing, saya yakin produk dari UMKM kecil ini bisa menguasai pasar di luar negeri. Pelayanan pelabuhan bisa lebih cepat dan integrasi bisa menjadi harapan kami," jelasnya.
Baca juga: Andari dan Andani, Wisudawati Kembar yang Kompak Lulus dari Farmasi Unair
Aminah merupakan satu diantara ribuan UMKM yang memiliki keinginan sama untuk bisa menguasai pasar luar negeri. Mereka pun cukup potensial untuk bisa mengerakan perekonomian warga. Menyerap banyak tenaga kerja dan mendulang rupiah dan dolar dari tiap bilik rumahnya.
Sampai saat ini di Kota Surabaya, ada sekitar 2.500 UMKM yang dibina oleh pemerintah Kota Surabaya. Dari jumlah tersebut ada UMKM yang produknya sudah diekspor, tetapi bagi UMKM yang masih belum berhasil akan terus-menerus dibina melalui pelatihan-pelatihan bagaimana cara pembuatan produk, pengemasan, distribusi barang, manajemen keuangan, pemasaran dan perizinan serta sertifikasi internasional.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menuturkan, integrasi di pelabuhan bisa menjadi pemantik sekaligus menjadi momentum kebangkitan UMKM Surabaya dan langsung membidik pasar mancanegara.
Bahkan, pihaknya juga tahun ini membuat Surabaya Fashion Craft and Culinary Expo 2021 ini untuk memasarkan produk UMKM Surabaya ke tingkat dunia, makanya semua sister city Surabaya diundang untuk mengikuti acara pembukaan itu. "Kita ingin sebagai pemerintah jadi marketing dan fasilitator supaya UMKM di Kota Surabaya ini terus bergerak dan bisa menggerakkan ekonomi Kota Surabaya," kata Eri.
Baca juga: Kisah Djuwari, Pemikul Tandu Jenderal Sudirman yang Terlupakan
Ia menambahkan, saat ini ada banyak jalan supaya produk-produk UMKM Surabaya bisa ekspor. Beberapa produk UMKM seperti Semanggi memang sudah ekspor dan kemudahan dalam integrasi di pelabuhan bisa melapangkan jalan UMKM itu di pasar internasional. "Jadi, targetnya memang semakin banyak lagi UMKM yang masuk platform digital, sehingga mereka bisa menembus pasar internasional," katanya.
Ketua Tim Sinergi dan Integrasi BUMN dalam Layanan Pelabuhan, Arif Suhartono menuturkan, integrasi akan menjadi kunci dalam pelayanan logistik. Termasuk barang-barang yang keluar negeri untuk ekspor.
Integrasi Pelindo I-IV, menurutnya menjadi langkah pelabuhan untuk membantu memperbaiki sektor logistik. "Nantinya kapal-kapal di dermaga akan semakin pendek waktunya, jadi punya opportunity pendapatan uang lebih banyak. Memperbaiki layanan di sektor logistik," jelasnya.
Makanya, ketika Pelindo I-IV menjadi satu akan menentukan percepatan yang luar biasa. Sehingga operasionalnya diklasterkan dalam empat subholding di bawah Pelindo Indonesia Sinergi. "Bisa lebih cepat pelayanan," sahutnya.
Klaster-klaster itu meliputi subhloding Pelindo Non Petikemas, Pelindo Marine, Pelindo Petikemas dan Equipment dan Pelindo Logistik. Permodelan pengelolaan untuk kegiatan yang sama beberapa pelabuhan cabang yang tadinya mengelola semua kegiatan dilebur dalam satu perusahaan.
Lihat Juga :