Polda Jatim Asuh Anak Yatim Piatu Korban COVID-19, LaNyalla Acungi Jempol
Sabtu, 18 September 2021 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu agar kesehatan jiwanya pulih dan tidak meninggalkan traumatik di masa mendatang. Maka, perlu dilakukan pendekatan holistik kepada anak-anak yang orang tuanya meninggal karena COVID-19," tutur LaNyalla.
Pada kesempatan itu, LaNyalla menyarankan agar Polda Jatim menjalin kerja sama dengan pihak terkait seperti Dinas PPPA atau lembaga pendampingan anak lainnya untuk menangani permasalahan anak yatim piatu tersebut.
Baca juga: Siksa 3 Suster di Luar Batas Kemanusiaan, Kekejaman KKB Menuai Beragam Kecaman
Menurut LaNyalla, hal itu penting karena ditinggal orang tua saat usia belia akan menimbulkan sejumlah problematika yang bisa berdampak serius dan berkepanjangan di masa mendatang.
"Kerja sama lintas stakeholder harus dijalin oleh Polda Jatim agar penanganan tersebut dapat meredam segala dampak risiko yang dapat ditimbulkan. Tak mudah menangani anak-anak yatim piatu, karena mereka memiliki daya rekam yang cukup baik," tuturnya.
Jika keliru dalam penanganan, Senator asal Jawa Timur itu menilai akan menimbulkan dampak tak baik bagi perkembangan psikologis anak-anak yatim piatu tersebut dalam jangka waktu panjang ke depan.
Pada kesempatan itu, LaNyalla menyarankan agar Polda Jatim menjalin kerja sama dengan pihak terkait seperti Dinas PPPA atau lembaga pendampingan anak lainnya untuk menangani permasalahan anak yatim piatu tersebut.
Baca juga: Siksa 3 Suster di Luar Batas Kemanusiaan, Kekejaman KKB Menuai Beragam Kecaman
Menurut LaNyalla, hal itu penting karena ditinggal orang tua saat usia belia akan menimbulkan sejumlah problematika yang bisa berdampak serius dan berkepanjangan di masa mendatang.
"Kerja sama lintas stakeholder harus dijalin oleh Polda Jatim agar penanganan tersebut dapat meredam segala dampak risiko yang dapat ditimbulkan. Tak mudah menangani anak-anak yatim piatu, karena mereka memiliki daya rekam yang cukup baik," tuturnya.
Jika keliru dalam penanganan, Senator asal Jawa Timur itu menilai akan menimbulkan dampak tak baik bagi perkembangan psikologis anak-anak yatim piatu tersebut dalam jangka waktu panjang ke depan.
Lihat Juga :