Jawa Timur Jadi Provinsi Pertama PPKM Level 1, Khofifah Minta Tetap Jaga Prokes
Sabtu, 18 September 2021 - 04:48 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, berdasarkan data dari Satgas COVID-19 Nasional per 15 September 2021, sebanyak 37 kabupaten/kota di Jatim berada zona kuning atau resiko rendah penyebarannya. Saat ini daerah dengan zona kuning di Jatim sudah mencapai 97,37 persen.
Baca juga: Penampakan Petirtaan Kerajaan Majapahit Bikin Warga Gresik Gempar
Sementara sesuai status zonasi peta risiko COVID-19, masih ada 1 daerah yaitu kota Blitar atau 2,63 persen berada pada zona orange (resiko sedang). “Mohon semua menjaga disiplin prokes dan percepatan vaksinasi sehingga Jatim level 1 pertama di Indonesia,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Ketua Rumpun Kuratif Satgas COVID-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan capaian level 1 ini berdasarkan Assesment Kementerian Kesehatan yang diadopsi dari World Health Organization (WHO). Ada 6 parameter, yakni kasus konfirmasi pasien COVID-19, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR), angka kematian, kapasitas testing, tracing dan treatment.
“Kalau kita lihat dari BOR-nya keluarnya turun semuanya di bawah 60 persen. Kemudian untuk isolasi rumah sakit 18 persen dan untuk rumah sakit darurat hanya 13 persen,” jelasnya
Baca juga: Penampakan Petirtaan Kerajaan Majapahit Bikin Warga Gresik Gempar
Sementara sesuai status zonasi peta risiko COVID-19, masih ada 1 daerah yaitu kota Blitar atau 2,63 persen berada pada zona orange (resiko sedang). “Mohon semua menjaga disiplin prokes dan percepatan vaksinasi sehingga Jatim level 1 pertama di Indonesia,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Ketua Rumpun Kuratif Satgas COVID-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan capaian level 1 ini berdasarkan Assesment Kementerian Kesehatan yang diadopsi dari World Health Organization (WHO). Ada 6 parameter, yakni kasus konfirmasi pasien COVID-19, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR), angka kematian, kapasitas testing, tracing dan treatment.
“Kalau kita lihat dari BOR-nya keluarnya turun semuanya di bawah 60 persen. Kemudian untuk isolasi rumah sakit 18 persen dan untuk rumah sakit darurat hanya 13 persen,” jelasnya
(msd)
Lihat Juga :