Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Penampakan Petirtaan Kerajaan Majapahit Bikin Warga Gresik Gempar

loading...
Penampakan Petirtaan Kerajaan Majapahit Bikin Warga Gresik Gempar
Sumber air yang diduga petirtaan era Kerajaan Majapahit ditemukan warga Dusun Rejosari, Sumberame, Wringinanom, Gresik, Jatim. Foto/SINDOnews/Ashadi Iksan
GRESIK - Warga Dusun Rejosari, Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Gresik, gempar dengan ditemukannya sumber air yang diduga petirtaan era Kerajaan Majapahit. Lokasinya berada di bawah pohon beringin besar berusia ratusan tahun.

Petirtaan atau kolam itu memiliki ukuran sekitar 12 x 8 meter. Dilihat dari bebatuan yang ditemukan, dugaan kuat mengarah pada tinggalan Kerajaan Majapahit. Susunan batunya sepintas mirip era Majapahit.

Kendati demikian, untuk kepastiannya dibutuhkan penelitian lebih lanjut oleh tim ahli. Penemuan sumber air itu sudah menyedot perhatian warga sekitar. Bahkan beramai-ramai mendatangi lokasi untuk menghilangkan rasa penasaran.

Baca juga: Kelihaian Gajah Mada Taklukan 2 Kerajaan Besar, Samudera Pasai dan Sunda



Camat Wringinanom, Sayib menjelaskan penemuan diduga petirtaan kuno itu bermula pada Jumat (10/9/2021) lalu. Warga setempat awalnya sudah menduga jika terdapat peninggalan bersejarah di lokasi tersebut.

"Sebelumnya sudah sempat terlihat, kemudian diperdalam hasilnya berbentuk kolam. Itu kemarin warga dengan kepala desa sepakat dilakukan pengerukan," katanya, Kamis (16/9/2021).

Penampakan Petirtaan Kerajaan Majapahit Bikin Warga Gresik Gempar

Bebatuan kuno diduga peninggalan Kerajaan Majapahit warga Dusun Rejosari, Sumberame, Wringinanom, Gresik, Jatim. Foto/SINDOnews/Ashadi Iksan

Sementara itu, Juru Kunci Sendang Nur Silam mengatakan, petirtaan itu ditemukan secara tidak sengaja. Semula dirinya dan warga lainnya melakukan penggalian waduk, namun di tengah perjalanan alat berat yang bekerja membentur benda keras.

"Setelah dilihat ternyata ditemukan bebatuan kuno. Kalau melihat cirinya memang khas era Majapahit. Yaitu terdiri dari ketebalan dan panjang batu," terangnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top