Siswa Bintara Polri Asal Raja Ampat Meninggal di SPN Polda Riau, Keluarga Duga Ada Kejanggalan
Jum'at, 17 September 2021 - 04:46 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sosok Gabriella Meilani, Suster Cantik Korban Penyerangan KKB di Pegunungan Bintang Papua
Atas kematian Rohidin Dihir, pihak keluarga Rohidin mengaku kaget mendengar kabar duka. Pihak keluarga juga meragukan hasil laporan pihak SPN Polda Riau yang diberikan oleh pihak rumah sakit setempat.
Pasalnya menurut pihak keluarga, Rohidin dari awal mengikuti seleksi masuk Bintara Polri mempunyai hasil yang membanggakan baik dari hasil seleksi akademik hingga kesehatan. Rohidin juga mempunyai kemampuan fisik dan kesehatan yang baik saat mengikuti seleksi hingga masuk pendidikan Sekolah Bintara Polri di SPN Polda Riau.
"Kalau dia (Rohidin) sakit. Kenapa bisa lolos tes kesehatan sampe 2 tahap. Heran skali,” ungkap salah satu kerabat almarhum yang enggan namanya diberitakan, saat dikonfirmasi, MNC Portal Indonesia, Kamis (15/9/2021).
“Nama lengkapnya Rohidin Idir. Kasihan anak itu waktu tes. Lulus awal seleksi dari Waisai (Polres Raja Ampat) mau berangkat dia punya mama tidakbisa datang dari GAG karena adiknya masih kecil. Dia berangkat ke Manokwari juga mamanya tidak sempat ada (antar) Tapi mamanya hanya berdoa saja berharap dia pulang di GAG sudah berhasil jadi Polisi,kasian takdir berkata lain,” tuturnya.
Tak hanya itu, pihak keluarga juga menunjukkan bukti rekaman keterangan salah seorang kerabat Almarhum yang sempat berkomunikasi dengan Rohidin saat Rohidin masih menjalani perawatan dimana kerabat tersebut menyatakan, ada kejanggalan dalam kematian kerabat mereka tersebut.
Baca juga: Palopo Mencekam, Rentetan Tembakan Warnai Bentrokan 2 Kelompok Warga
Dalam rekaman itu terungkap bahwa, Kematian Rohidin diduga adanya tindakan kekerasan saat mengikuti pendidikan. Dimana Rohidin dikatakan mendapat penganiayaan dalam pendidikan di SPN Polda Riau.
Atas kematian Rohidin Dihir, pihak keluarga Rohidin mengaku kaget mendengar kabar duka. Pihak keluarga juga meragukan hasil laporan pihak SPN Polda Riau yang diberikan oleh pihak rumah sakit setempat.
Pasalnya menurut pihak keluarga, Rohidin dari awal mengikuti seleksi masuk Bintara Polri mempunyai hasil yang membanggakan baik dari hasil seleksi akademik hingga kesehatan. Rohidin juga mempunyai kemampuan fisik dan kesehatan yang baik saat mengikuti seleksi hingga masuk pendidikan Sekolah Bintara Polri di SPN Polda Riau.
"Kalau dia (Rohidin) sakit. Kenapa bisa lolos tes kesehatan sampe 2 tahap. Heran skali,” ungkap salah satu kerabat almarhum yang enggan namanya diberitakan, saat dikonfirmasi, MNC Portal Indonesia, Kamis (15/9/2021).
“Nama lengkapnya Rohidin Idir. Kasihan anak itu waktu tes. Lulus awal seleksi dari Waisai (Polres Raja Ampat) mau berangkat dia punya mama tidakbisa datang dari GAG karena adiknya masih kecil. Dia berangkat ke Manokwari juga mamanya tidak sempat ada (antar) Tapi mamanya hanya berdoa saja berharap dia pulang di GAG sudah berhasil jadi Polisi,kasian takdir berkata lain,” tuturnya.
Tak hanya itu, pihak keluarga juga menunjukkan bukti rekaman keterangan salah seorang kerabat Almarhum yang sempat berkomunikasi dengan Rohidin saat Rohidin masih menjalani perawatan dimana kerabat tersebut menyatakan, ada kejanggalan dalam kematian kerabat mereka tersebut.
Baca juga: Palopo Mencekam, Rentetan Tembakan Warnai Bentrokan 2 Kelompok Warga
Dalam rekaman itu terungkap bahwa, Kematian Rohidin diduga adanya tindakan kekerasan saat mengikuti pendidikan. Dimana Rohidin dikatakan mendapat penganiayaan dalam pendidikan di SPN Polda Riau.
Lihat Juga :