Harga Pasar Rp1,6 jt, Tanah Cuma Dihargai Rp600 ribu, Warga Protes Pembebasan Lahan Japek 2
Rabu, 15 September 2021 - 13:56 WIB
loading...
Warga Desa Tamansari mendirikan tenda di Kantor bupati Karawang, menolak pembebasan lahan tol Japek 2. Foto/SINDOnews/Nilakusuma
A
A
A
KARAWANG - Puluhan warga Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan memprotes murahnya harga pembebasan lahan Japek 2 dengan berdemo menggelar tenda di depan kantor Bupati Karawang, Rabu (15/9/2021). Mereka melakukan aksi demo karena kecewa dengan Bupati Cellica yang dinilai tidak peduli dengan nasib mereka.
Menurut Koordinator Lapangan, Sidik Somantri, aksi ini untuk meminta perhatian pemerintah terutama bupati Cellica karena dinilai tidak peduli dengan nasib warga Desa Tamansari.
"Kemarin bupati janji menemui kami bertèpatan HUT Karawang. Namun saat kami datang ke kantor bupati malah beliau tidak ada di kantor. Padahal kami menunggu selama berjam-jam, tapi tidak juga datang?" Kata Kordinator Lapangan, Sidik Somantri.
Baca juga: Pembangunan Jalan Tol Japek 2 Terhambat Pembebasan Lahan di Karawang
Menurut Sidik, sebanyak 65 warga Desa Tamansari yang memiliki 88 bidang lahan menolak membebaskan lahan mereka untuk pembangunan jalon tol Japek 2. Alasannya harga yang dipatok pemerintah jauh dari harga pasaran. Harga yang dipatok pemerintah hanya Rp600 ribu per meter.
Padahal harga pasaran sudah mencapai Rp1,6 juta. "Kalau kami menerima harga pemerintah tidak bisa beli rumah lagi, karena harganya sudah mahal," katanya.
Menurut Sidik, warga sudah melaporkan masalah pembebasan lahan ini ke sejumlah instansi seperti Komnas HAM dan DPR RI. Namun pemerintah ngotot mempertahankan harga yang sudah dipatok pemerintah.
Menurut Koordinator Lapangan, Sidik Somantri, aksi ini untuk meminta perhatian pemerintah terutama bupati Cellica karena dinilai tidak peduli dengan nasib warga Desa Tamansari.
"Kemarin bupati janji menemui kami bertèpatan HUT Karawang. Namun saat kami datang ke kantor bupati malah beliau tidak ada di kantor. Padahal kami menunggu selama berjam-jam, tapi tidak juga datang?" Kata Kordinator Lapangan, Sidik Somantri.
Baca juga: Pembangunan Jalan Tol Japek 2 Terhambat Pembebasan Lahan di Karawang
Menurut Sidik, sebanyak 65 warga Desa Tamansari yang memiliki 88 bidang lahan menolak membebaskan lahan mereka untuk pembangunan jalon tol Japek 2. Alasannya harga yang dipatok pemerintah jauh dari harga pasaran. Harga yang dipatok pemerintah hanya Rp600 ribu per meter.
Padahal harga pasaran sudah mencapai Rp1,6 juta. "Kalau kami menerima harga pemerintah tidak bisa beli rumah lagi, karena harganya sudah mahal," katanya.
Menurut Sidik, warga sudah melaporkan masalah pembebasan lahan ini ke sejumlah instansi seperti Komnas HAM dan DPR RI. Namun pemerintah ngotot mempertahankan harga yang sudah dipatok pemerintah.
Lihat Juga :