Berharap Pandemi Segera Selesai, CINT Targetkan Penjualan Rp430 Miliar
Selasa, 21 April 2020 - 18:10 WIB
loading...
Komisaris Utama PT Chitose Internasional Tbk Dedie Suherlan (kiri) beserta jajaran komisaris dan direksi seusai RUPS. Foto: SINDOnews/Adi Haryanto B
A
A
A
CIMAHI - Pandemi corona atau Covid-19 yang diperkirakan bakal berlangsung cukup lama tidak membuat PT Chitose Internasional Tbk (CINT) pesimistis. Meskipun tidak mudah, emiten produsen furnitur di Indonesia ini menargetkan penjualan bisa tumbuh menjadi Rp430 miliar di tahun 2020.
"Kondisi ekonomi saat ini memang kurang begitu baik akibat perang dagang dan pandemi Covid-19. Namun dengan adanya pergeseran strategi pemasaran, maka perseroan optimistis dapat meraih pertumbuhan penjualan di tahun 2020 sebesar 4% dibanding tahun lalu atau menjadi Rp430 miliar," terang Direktur CINT, Timatius Jusuf Paulus saat paparan publik di Cimahi, Selasa (21/4/2020).
Sepanjang 2019, perusahaan yang berdiri sejak 1979 ini berhasil membukukan pertumbuhan kinerja positif. Walaupun, momentum politik pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif yang berimbas kepada tertahannya sejumlah pembelian klien.
Hingga akhir 2019, CINT membukukan penjualan bersih sebesar Rp411,78 miliar, naik 11,18% dibanding penjualan bersih periode yang sama tahun 2018 yang tercatat hanya Rp370,39 miliar. Peningkatan penjualan tersebut terjadi di pasar lokal sebesar 10,91% dan pasar ekspor sebesar 16,28%.
Timatius mengungkapkan beberapa strategi yang dijalankan yaitu melakukan kolaborasi dengan toko furnitur dan distributor alat kesehatan, untuk penetrasi pangsa pasar perlengkapan alat kesehatan. Selain itu, CINT juga menggandeng perusahaan di luar negeri lewat joint development sekaligus membuka pintu untuk pasar global.
"Kondisi ekonomi saat ini memang kurang begitu baik akibat perang dagang dan pandemi Covid-19. Namun dengan adanya pergeseran strategi pemasaran, maka perseroan optimistis dapat meraih pertumbuhan penjualan di tahun 2020 sebesar 4% dibanding tahun lalu atau menjadi Rp430 miliar," terang Direktur CINT, Timatius Jusuf Paulus saat paparan publik di Cimahi, Selasa (21/4/2020).
Sepanjang 2019, perusahaan yang berdiri sejak 1979 ini berhasil membukukan pertumbuhan kinerja positif. Walaupun, momentum politik pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif yang berimbas kepada tertahannya sejumlah pembelian klien.
Hingga akhir 2019, CINT membukukan penjualan bersih sebesar Rp411,78 miliar, naik 11,18% dibanding penjualan bersih periode yang sama tahun 2018 yang tercatat hanya Rp370,39 miliar. Peningkatan penjualan tersebut terjadi di pasar lokal sebesar 10,91% dan pasar ekspor sebesar 16,28%.
Timatius mengungkapkan beberapa strategi yang dijalankan yaitu melakukan kolaborasi dengan toko furnitur dan distributor alat kesehatan, untuk penetrasi pangsa pasar perlengkapan alat kesehatan. Selain itu, CINT juga menggandeng perusahaan di luar negeri lewat joint development sekaligus membuka pintu untuk pasar global.
Lihat Juga :