Ledakan Bom Ikan Tewaskan Ayah-Anak di Pasuruan, 2 Rumah Kerabat Digeledah

Senin, 13 September 2021 - 22:30 WIB
loading...
Ledakan Bom Ikan Tewaskan Ayah-Anak di Pasuruan, 2 Rumah Kerabat Digeledah
Aparat kepolisian didampingi perangkat desa setempat saat menggeledah rumah kerabat tersangka. Foto: iNewsTV/Jaka Samudra
A A A
PASURUAN - Pasca ledakan bom ikan yang menewaskan ayah dan anak di Pasuruan, Jawa Timur ( Jatim ), polisi terus melakukan pengembangan. Bahkan dua rumah milik kerabat tersangka digeledah , Senin (13/9/2021).

Penggeledahan itu karena diduga dua tersangka yang meninggal dunia ini masih menyimpan bahan-bahan peledak, yang dititipkan ke tetangganya.

Dengan didampingi perangkat desa setempat, personil anggota Sabhara Polres Pasuruan Kota menggledah rumahtersangka dan tetangga ledakan bom ikan, Senin (13/9/2021).

Baca juga: Dahsyatnya Ledakan di Pasuruan Akibatkan 13 Rumah Warga Rusak

Ada beberapa titik penyisiran yakni, beberapa rumah di sekitar lokasi kejadian di dusun macan putih, desa pekangkungan, kecamatan gondangwetan, kabupaten pasuruan dan satu rumah mat sidiq di daerah pesisir, pelabuhan pasuruan.

Satu persatu ruangan rumah diperiksa dengan alat detonator, bahkan isi almari diperiksa petugas.

Baca juga: Viral, Jin Qorin Pecahkan Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Penggeledahan rumah ini untuk mengantisipasi masih adanya bahan-bahan peledak yang disimpan oleh dua tersangka ini.

Namun, belum ditemukan bahan potasium, detenator serbuk belerang dan bondet siap jual karena diperkirakan informasinya bocor.

Baca juga: Kewalahan Layani Istri, Suami di Rembang Relakan Istrinya Menikah Lagi

“Iya penyisiran rumah untuk mengatisipasi kepemilikan bahan peledak,” kata AKP Yudi Prastiyo,Kasat Sabhara Polresta Pasiruan.

Seperti berita sebelumnya, ledakan keras menghancurkan 2 rumah dan puluhan rumah warga pada sabtu pagi (11/9/2021) . Akibat ledakan bom ikan ini 2 warga yang sekaligus bapak dan anak sebagai tersangka meninggal dunia sementara beberapa luka-luka.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1322 seconds (11.252#12.26)