Kenapa Tangerang Banyak Lapas? Begini Cerita dan Sejarahnya

Sabtu, 11 September 2021 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Meski Tangerang sudah menjadi kota, karena ada pasar dan sejak era VOC sudah ada benteng, tetapi tidak serta merta pemerintah dapat mendirikan bangunan di Tangerang. Kota Tangerang masih dimiliki oleh swasta yang dalam hal ini dimiliki oleh tuan tanah (landheer) land Tangerang. Penempatan kantor pemerintah (Schout) di Tanah Tinggi boleh jadi karena berada di tengah. Karenanya, ibu kota Afdeeling Tangerang kali pertama berada di Tanah Tinggi.

Saat itu, batas Residentie Batavia baru sebatas sungai Tjisadane (Kota Tangerang). Residen Batavia dibantu oleh seorang Asisten Residen yang disebut Asisten Residen Ommelanden Batavia (yang terdiri dari Afdeeling Meester Cornelis, Afdeeling Tangerang dan Afdeeling Bekasi). Di Afdeeling Tangerang ditempatkan seorang Schout bernama JF Carels.
Baca juga: Kebakaran Lapas Tangerang Naik ke Penyidikan, Polisi Cari Tersangka

Setelah Pemerintah Hindia Belanda berkuasa kembali, pemerintahan di Afdeeling Tangerang dilanjutkan. Pemerintah membeli land Tangerang dan menjadikannya sebagai ibu kota pemerintah. Kota Tangerang menjadi milik pemerintah. Namun baru pada tahun 1820 pemerintahan di Afdeeling Tangerang dipindahkan ke Kota Tangerang. Wilayah Afdeeling Tangerang juga telah diperluas hingga ke batas sungai Tjikande (sungai Tjidoerian).

Pada 1824, bekas rumah dan kantor Schout di Tanah Tinggi dijadikan sebagai kantor polisi. Kantor polisi kemudian memiliki penjara. Inilah awal adanya penjara di Tangerang. Schout Tangerang juga ditingkatkan statusnya menjadi Hoofdschout yang membawahi beberapa onderschout di antaranya berada di Katapang.
Kenapa Tangerang Banyak Lapas? Begini Cerita dan Sejarahnya

Lapas Anak Pria Tangerang. Foto: kemdikbud.go.id

Selama ini jika Schout menangkap dan menahan seseorang yang melanggar hukum, sang terdakwa ditempatkan di penjara di Batavia. Hal yang sama juga dilakukan oleh Schout Meester Cornelis dan Schout Bekasi. Pada saat itu para tahanan (yang sehat dan kuat) banyak yang dipekerjakan sebagai rodi yang dikirim ke berbagai daerah untuk pekerjaan-pekerjaan yang berat seperti membangun jalan, jembatan dan benteng. Para tahanan disebut orang rantai (karena kakinya dirantai). Karenanya, penjara-penjara di Batavia tidak pernah over capacity.

Pada 1826 di Afdeeling Tangerang dibentuk pengadilan yang disebut landraad. Hoofdschout Tangerang juga menjadi anggota landraad. Untuk ketua pengadilan diangkat pemerintah tersendiri. Ketua pengadilan ini melakukan tugas di dua landraad di Meester Cornelis dan Tangerang. Landraad Meester Cornelis termasuk Afdeeling Bekasi. Afdeeling Bekasi sendiri hanya dipimpin oleh setingkat Schout (sementara di Afdeeling Tangerang statusnya Hoofdschout).

Dalam perkembangannya, Afdeeling (district) Tangerang yang dipimpin oleh Hoofdschout memiliki penjara yang lebih besar yang dibangun di kota Tangerang. Lokasi penjara ini tidak jauh dari kantor Hoofdschout. Meester Cornelis (yang juga mencakup Bekasi) memiliki penjara yang lebih besar. Penjara Meester Cornelis ini menempati eks benteng Meester Cornelis (lokasinya di dekat jembatan Tjiliwong di Meester Coornelis).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Rekomendasi
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
Marketplace kian ‘Sesak’,...
Marketplace kian ‘Sesak’, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved