Kenapa Tangerang Banyak Lapas? Begini Cerita dan Sejarahnya

Sabtu, 11 September 2021 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Pada 1859, status (Afdeeling) District Tangerang ditingkatkan menjadi Asisten Residen. Fungsi Hoofdschout ditiadakan, tetapi Asisten Residen membawahi beberapa orang schout/onderschout (yang fungsinya hanya di bidang keamanan, semacam polisi). Selain Schout di Katapang juga ditempatkan seorang schout di Maoek dan kemudian seorang onderschout di Tjoeroeg.

Residentei Batavia, Residen membawahi tiga Asisten Residen (Meester Cornelis, Buitenzorg dan Tangerang).
Baca juga: Ditjen PAS Segera Renovasi Blok C2 Lapas Tangerang

Di Afdeeling Bekasi masih dipimpin oleh Schout (di bawah Asisten Residen di Meester Cornelis). Pada tahun 1869 terjadi kerusuhan di Bekasi, Asisten Residen Meester Cornelis dan Schout Bekasi terbunuh. Oleh karena kekosongan pimpinan daerah di Meester Cornelis (termasuk Bekasi) dirangkap oleh Asisten Residen Tangerang (hingga Asisten Residen Meester Cornelis yang baru diangkat).

Dalam perkembangannya fungsi schout (kecuali di Bekasi) menjadi fokus soal keamanan (semacam kepala polisi). Fungsi schout ini selain ditemukan Batavia (di Weltevreden dan Tanah Abang) juga terdapat di Semarang dan Soerabaja serta Cheribon. Schout telah bertransformasi menjadi polisi. Inilah sejarah awal polisi di Hindia Belanda. Sementara itu fungsi schout/onderschout di district Tangerang masih merangkap dalam tugas pemerintahan untuk membantu Asisten Residen.

Pada 1873, fungsi Schout yang merangkap tugas pemerintahan ini di Residentie Batavia digantikan oleh fungsi yang baru yakni Demang. Dalam hal ini Demang adalah pejabat pemerintah yang diangkat yang berasal dari orang pribumi. Demang membawahi polisi-polisi yang dipekerjakan untuk membantu tugas Demang.

Sementara di kota-kota seperti Batavia, schout adalah kepala polisi (semacam kapolsek) seperti yang terdapat di Weltevreden, Tanah Abang, Pasar Baroe dan Senen. Schout ini adalah orang Eropa/Belanda. Salah satu schout terkenal di Batavia adalah Schout Hinne yang berhasil menembak si Pitoeng pada tahun 1893. Si Pitoeng sebelumnya pernah di penjara Meester Cornelis dan melarikan diri.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Rekomendasi
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved