Dampingi Kunker Luhut di Bandung, Ridwan Kamil Pamer Wajah Baru DAS Citarum
Rabu, 08 September 2021 - 02:03 WIB
loading...
A
A
A
Dalam penanganan Citarum, termasuk pandemi COVID-19 di Jabar, lanjut Kang Emil, pihaknya menerapkan teori pentahelix yang melibatkan academy, bussiness, community, government, dan media (ABCGM). "Ada sekitar 300 komunitas yang kita rangkul (dalam penanganan DAS Citarum), sebut Kang Emil.
Kang Emil mengaku bahagia dan senang dapat mendampingi kunker Menko Luhut. Pasalnya, kata Kang Emil, dirinya dapat melaporkan langsung penanganan DAS Citarum yang sempat terhenti sekitar dua tahun akibat pandemi COVID-19. Baca juga: Cegah Covid-19 Varian Mu, Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Pintu Masuk Indonesia
Menurutnya, meski sempat terhenti, namun penanganan DAS Citarum tetap menunjukkan progress yang baik. Bahkan, Kang Emil mengungkapkan bahwa tingkat pencemaran di DAS Citarum kini sudah berada di tingkat cemar ringan atau jauh lebih baik dari target cemar sedang.
"Saya laporkan, (penanganan DAS Citarum) sudah berlangsung di tahun ketiga 2021 dan berita baiknya, dari target cemar sedang, hari ini di skor 50 kita sudah cemar ringan, sehingga dalam tahun-tahun ke depan Sungai Citarum akan jauh lebih bersih," terang Kang Emil.
Tidak hanya itu, Kang Emil menyatakan bahwa penanganan sampah di Sungai Citarum juga sudah jauh lebih baik. Lewat kolaborasi dengan semua pihak, volume sampah di Sungai Citarum sudah berkurang hingga 2.700 ton per hari. "Persampahan sudah kita kurangi 2.700 ton per hari yang biasa masuk ke Sungai Citarum dari anak-anak sungai dan ke laut," imbuh Kang Emil.
Selain itu, Kang Emil juga menyebut, dalam penanganan DAS Citarum, pihaknya berhasil menghijaukan kembali 36.000 hektare lahan kritis dari total 80.000-90.000 hektare lahan kritis yang ditargetkan tuntas di akhir program penanganan DAS Citarum, 2025 mendatang.
Kang Emil mengaku bahagia dan senang dapat mendampingi kunker Menko Luhut. Pasalnya, kata Kang Emil, dirinya dapat melaporkan langsung penanganan DAS Citarum yang sempat terhenti sekitar dua tahun akibat pandemi COVID-19. Baca juga: Cegah Covid-19 Varian Mu, Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Pintu Masuk Indonesia
Menurutnya, meski sempat terhenti, namun penanganan DAS Citarum tetap menunjukkan progress yang baik. Bahkan, Kang Emil mengungkapkan bahwa tingkat pencemaran di DAS Citarum kini sudah berada di tingkat cemar ringan atau jauh lebih baik dari target cemar sedang.
"Saya laporkan, (penanganan DAS Citarum) sudah berlangsung di tahun ketiga 2021 dan berita baiknya, dari target cemar sedang, hari ini di skor 50 kita sudah cemar ringan, sehingga dalam tahun-tahun ke depan Sungai Citarum akan jauh lebih bersih," terang Kang Emil.
Tidak hanya itu, Kang Emil menyatakan bahwa penanganan sampah di Sungai Citarum juga sudah jauh lebih baik. Lewat kolaborasi dengan semua pihak, volume sampah di Sungai Citarum sudah berkurang hingga 2.700 ton per hari. "Persampahan sudah kita kurangi 2.700 ton per hari yang biasa masuk ke Sungai Citarum dari anak-anak sungai dan ke laut," imbuh Kang Emil.
Selain itu, Kang Emil juga menyebut, dalam penanganan DAS Citarum, pihaknya berhasil menghijaukan kembali 36.000 hektare lahan kritis dari total 80.000-90.000 hektare lahan kritis yang ditargetkan tuntas di akhir program penanganan DAS Citarum, 2025 mendatang.
Lihat Juga :