Absen Belajar Daring, Jumlah Siswa Tinggal Kelas Diprediksi Meningkat
Senin, 06 September 2021 - 07:28 WIB
loading...
A
A
A
Sebanyak 92,8% orang tua beralasan anaknya tidak sedang mengikuti pembelajaran dengan metode daring. Disusul alasan kedua sebanyak 24% akibat biaya. Selain masalah tersebut, penyebab lainnya adalah persoalan peranti.
"Selain karena memang alat gadget yang tidak memadai, bahkan ada yang tidak ada. Anak-anak itu mamang sudah jenuh dan tidak konsentrasi," lanjutnya.
Kondisi tersebut tidak berbeda jauh antara tingkat SD dan SMP, sehingga pendataan segera dilakukan.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Kota Makassar, Suarman memaklumi jika kemudian jumlah siswa yang tinggal kelas cukup tinggi.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Makassar Desak Lakukan Uji Coba PTM
Menurutnya, metode pembelajaran daring tidak efektif lantaran banyak hambatan dan kendala yang dialami guru dan murid.
Kompetensi yang semestinya bisa dicapai dengan pembelajaran tatap muka (PTM) sulit direalisasikan melalui kelas daring. Misalnya, pembelajaran dasar berhitung, hingga membaca dan menulis. Pembelajaran tersebut sulit dilakukan melalui kelas daring.
"Selain karena memang alat gadget yang tidak memadai, bahkan ada yang tidak ada. Anak-anak itu mamang sudah jenuh dan tidak konsentrasi," lanjutnya.
Kondisi tersebut tidak berbeda jauh antara tingkat SD dan SMP, sehingga pendataan segera dilakukan.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Kota Makassar, Suarman memaklumi jika kemudian jumlah siswa yang tinggal kelas cukup tinggi.
Baca Juga: Dewan Pendidikan Makassar Desak Lakukan Uji Coba PTM
Menurutnya, metode pembelajaran daring tidak efektif lantaran banyak hambatan dan kendala yang dialami guru dan murid.
Kompetensi yang semestinya bisa dicapai dengan pembelajaran tatap muka (PTM) sulit direalisasikan melalui kelas daring. Misalnya, pembelajaran dasar berhitung, hingga membaca dan menulis. Pembelajaran tersebut sulit dilakukan melalui kelas daring.
Lihat Juga :