alexametrics

Update Corona Jateng: 1.431 Pasien Positif, 758 Sembuh

loading...
Update Corona Jateng: 1.431 Pasien Positif, 758 Sembuh
Jumlah pasien COVID-19 di Jateng hingga Sabtu (30/5/2020) sebanyak 1.431 orang. Sebanyak 576 orang di antaranya masih dirawat di rumah sakit, 758 sembuh, dan 79 orang meninggal. FOTO/IST
A+ A-
SEMARANG - Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona jenis baru, COVID-19 di Jawa Tengah yang dinyatakan sembuh terus bertambah. Hingga hari ini mencapai sebanyak 758 orang.

Berdasarkan data yang dilansir dari laman corona.jatengprov.go.id, jumlah pasien COVID-19 hingga, Sabtu (30/5/2020) sebanyak 1.431 orang. Sebanyak 576 orang di antaranya masih dirawat di rumah sakit, 758 sembuh, dan 79 orang meninggal.

Adapun jumlah PDP mencapai 5.493 orang. Sebanyak 793 orang di antaranya dirawat, 3.981 sembuh, 773 meninggal. Kemudian, jumlah ODP sebanyak 35.449 orang. Sejumlah 13.17 orang di antaranya dalam pemantauan dan 34.132 orang selesai pemantauan.



Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, pelaksanaan rapid test massal sudah mulai berjalan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Beberapa daerah bahkan sudah menggelar rapid test massal sejak beberapa hari lalu.(Baca juga: Belum Berlaku, Jateng Masih Latihan New Normal)

"Kota Semarang misalnya, langsung menggelar rapid test di Pasar Kobong, beberapa supermarket, mal dan tempat ibadah. Tadi pagi saya dapat laporan di Purbalingga pasar-pasar sudah dites, Wonosobo juga sudah melakukan," katanya, Sabtu (30/5/2020).

Meski begitu, sampai saat ini laporan pelaksanaan rapid test secara lengkap belum disampaikan. Ganjar berharap, pelaksanaan rapid test segera dilakukan di seluruh daerah di Jawa Tengah. "Kalau yang kami berikan sebanyak 11.400 rapid test itu bisa dilakukan khususnya di daerah yang banyak kerumunan, maka bisa baik. Asumsinya, kalau satu orang dua kali rapid test, maka sekitar separuhnya bisa terdeteksi. Itu target kami," katanya.
(abd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak