Warga Pademangan Keluhkan Air Bau dan Kotor, Aetra: Karena Ada Pipa Putus
Jum'at, 03 September 2021 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Masyarakat di Jalan Pademangan Timur III, Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, mengeluhkan adanya proyek perbaikan saluran air di wilayah tersebut.
Warga mengeluhkan, semenjak adanya proyek yang dikerjakan mulai dari awal bulan Agustus 2021, membuat warga kesulitan mendapat pasokan air bersih.
Salah satu warga di RT 09 RW 02 Pademangan Timur, Akhiang (45) mengatakan, adanya proyek perbaikan saluran air ini sebenarnya untuk kepentingan warga yakni mengantisipasi banjir.
Akan tetapi adanya proyek tersebut, justru membawa dampak lebih besar terhadap dirinya maupun warga sekitar yang dalam beberapa hari belakangan ini kesulitan mendapat air bersih
"Kalau memang untuk sosial sih ya kita namanya juga untuk kelancaran kita. Cuman kita kan kena imbasnya. Kita nggak ada air, air nggak jalan. Ini sudah kedua kali, sudah dua hari. Sebelumnya dua hari juga," Katanya.
Dikatakan Akhiang, untuk mendapatkan air bersih selama ini dirinya dan warga lainnya harus rela ke pasar elang yang berada di depan tokonya untuk mandi maupun mencuci baju.
Sementara itu untuk memenuhi air di tempat dagangannya, Akhiang mengaku harus mengeluarkan kocek tambahan sebesar 40 ribu untuk air gerobak.
"Untuk air bersih beli gerobakan. Satu gerobaknya Rp40.000. Untuk cuci kuali dan piring kita beli air lah," kata Akhiang. Akhiang berharap krisis air bersih ini dapat teratasi segera.
Warga mengeluhkan, semenjak adanya proyek yang dikerjakan mulai dari awal bulan Agustus 2021, membuat warga kesulitan mendapat pasokan air bersih.
Salah satu warga di RT 09 RW 02 Pademangan Timur, Akhiang (45) mengatakan, adanya proyek perbaikan saluran air ini sebenarnya untuk kepentingan warga yakni mengantisipasi banjir.
Akan tetapi adanya proyek tersebut, justru membawa dampak lebih besar terhadap dirinya maupun warga sekitar yang dalam beberapa hari belakangan ini kesulitan mendapat air bersih
"Kalau memang untuk sosial sih ya kita namanya juga untuk kelancaran kita. Cuman kita kan kena imbasnya. Kita nggak ada air, air nggak jalan. Ini sudah kedua kali, sudah dua hari. Sebelumnya dua hari juga," Katanya.
Dikatakan Akhiang, untuk mendapatkan air bersih selama ini dirinya dan warga lainnya harus rela ke pasar elang yang berada di depan tokonya untuk mandi maupun mencuci baju.
Sementara itu untuk memenuhi air di tempat dagangannya, Akhiang mengaku harus mengeluarkan kocek tambahan sebesar 40 ribu untuk air gerobak.
"Untuk air bersih beli gerobakan. Satu gerobaknya Rp40.000. Untuk cuci kuali dan piring kita beli air lah," kata Akhiang. Akhiang berharap krisis air bersih ini dapat teratasi segera.
Lihat Juga :