Warga Pademangan Keluhkan Air Bau dan Kotor, Aetra: Karena Ada Pipa Putus
Jum'at, 03 September 2021 - 17:45 WIB
loading...
Warga Pademangan Timur mengeluhkan sulitnya mendapat air bersih akibat adanya pembangunan gorong-gorong di wilayah sekitar. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Warga Pademangan Timur mengeluhkan sulitnya mendapat air bersih akibat adanya pembangunan gorong-gorong di wilayah sekitar. Keluhan warga ini pun langsung ditindaklanjuti pihak PT Aetra Air Jakarta selaku pengelola air di Jakarta Utara .
Corporate and Customer Communication Manager PT Aetra Air Jakarta Astriena Veracia mengatakan, pihaknya telah menangani kendala yang dialami warga Pademangan Timur.
“Komplain ke kami itu masuk baru tanggal 31 Agustus atau tanggal 1 September gitu,” ujar Veracia saat dihubungi, Jumat (3/9/2021). Baca juga: DKI Turunkan Tarif Air di Kepulauan Seribu dari Rp25 Ribu Jadi Rp1.050/m3
Menurut Veracia, keluhan tersebut akibat adanya perbaikan saluran air yang telah menimbulkan kerusakan pipa air bersih bagi kebutuhan warga.
“Sekarang sudah disambung lagi. Jadi kemarin itu ada perbaikan gorong-gorong. Kemudian mengakibatkan putus pipanya, tapi sekarang sudah sambung lagi,” kata Veracia.
Dengan adanya keluhan warga yang mengeluh kondisi air kotor dan berbau setelah dibuka kembali, menurut Veracia hal tersebut dikarenakan proses normalisasi.
“Kalau air berbau itu wajar, karena putus. Habis putus berarti kotoran mungkin kotoran masuk ke dalam, jadi pertama akan terasa bau menurut saya,” kata Veracia.
Menurut dia, hal itu wajar. Karena, air kotor itu masuk ke saluran pipa. “Karena kan habis putus, wajar aja air gorong-gorongnya masuk ke dalam. Jadi air gorong-gorongnya masuk ke dalam, jadi kotor, jadi bau, wajar aja,” pungkasnya.
Corporate and Customer Communication Manager PT Aetra Air Jakarta Astriena Veracia mengatakan, pihaknya telah menangani kendala yang dialami warga Pademangan Timur.
“Komplain ke kami itu masuk baru tanggal 31 Agustus atau tanggal 1 September gitu,” ujar Veracia saat dihubungi, Jumat (3/9/2021). Baca juga: DKI Turunkan Tarif Air di Kepulauan Seribu dari Rp25 Ribu Jadi Rp1.050/m3
Menurut Veracia, keluhan tersebut akibat adanya perbaikan saluran air yang telah menimbulkan kerusakan pipa air bersih bagi kebutuhan warga.
“Sekarang sudah disambung lagi. Jadi kemarin itu ada perbaikan gorong-gorong. Kemudian mengakibatkan putus pipanya, tapi sekarang sudah sambung lagi,” kata Veracia.
Dengan adanya keluhan warga yang mengeluh kondisi air kotor dan berbau setelah dibuka kembali, menurut Veracia hal tersebut dikarenakan proses normalisasi.
“Kalau air berbau itu wajar, karena putus. Habis putus berarti kotoran mungkin kotoran masuk ke dalam, jadi pertama akan terasa bau menurut saya,” kata Veracia.
Menurut dia, hal itu wajar. Karena, air kotor itu masuk ke saluran pipa. “Karena kan habis putus, wajar aja air gorong-gorongnya masuk ke dalam. Jadi air gorong-gorongnya masuk ke dalam, jadi kotor, jadi bau, wajar aja,” pungkasnya.
Lihat Juga :