Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

COVID-19 di Surabaya Mulai Terkendali, Pemakaman Prokes Terus Menurun

loading...
COVID-19 di Surabaya Mulai Terkendali, Pemakaman Prokes Terus Menurun
Pemakaman COVID-19 terus mengalami penuruan, semua ini terjadi karena ada penurunan penularan di masyarakat.SINDOnews/Aan
SURABAYA - Angka kematian akibat COVID-19 di Kota Surabaya sudah mulai terkendali. Terbukti, jumlah pemakaman yang dilakukan secara protokol kesehatan (prokes), baik di TPU Babat Jarawat, TPU Keputih dan Krematorium terus mengalami penurunan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Febria Rachmanita menuturkan, dalam sepekan terakhir ini, tepatnya 23 – 29 Agustus 2021, angka kematian yang dimakamkan secara prokes terus mengalami penurunan setiap harinya.

Tercatat, pada 23 Agustus total jumlah pemakaman prokes sebanyak 13 jenazah. Kemudian pada 24-25 Agustus, angka pemakaman COVID-19 juga mengalami penurunan menjadi 10 jenazah.

“Lalu pada 26 Agustus turun menjadi 9 jenazah, keesokan harinya tanggal 27 menjadi 8 jenazah, lalu pada 28 Agustus menjadi 6 jenazah. Itu total kumulatif dari tiga tempat ya, yakni TPU Babat Jarawat, TPU Keputih dan Krematorium,” kata Feny, Senin (30/8/2021).



Ia melanjutkan, pada 29 Agustus jumlah pemakaman yang dilakukan secara prokes nihil. Artinya, tidak ada satupun pemakaman prokes yang dilakukan di TPU Babat Jerawat, TPU Keputih maupun Krematorium.

“Hal ini menunjukkan bahwa adanya upaya Pemkot Surabaya dalam percepatan penanganan kasus COVID-19, sehingga case fatality rate akibat COVID-19 dapat ditekan serendah mungkin,” lanjutnya.

Selain itu, dia mengurai penyebab penurunan angka kematian yang paling mendasar adalah komitmen dari pemkot untuk memastikan semua kasus konfirmasi ditatalaksana secara cepat. Khususnya upaya 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan percepatan cakupan vaksinasi.

“Kita juga lakukan testing secara masif, tracing kasus kepada kurang dari 48 jam. Lalu evakuasi kasus konfirmasi kurang dari 24 jam ke tempat isolasi terpusat (isoter) dan memastikan tidak ada isolasi mandiri di rumah (kecuali kasus khusus),” ungkapnya. Baca: Bupati Cantik Probolinggo Di-OTT KPK, Pemprov Jatim Siapkan Plt.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini di Krematoirum masih tetap beroperasi meskipun angka kematian sudah semakin menurun. Bahkan, Feny memastikan untuk petugas relawan Surabaya Memanggil pun saat ini telah dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi massal, terutama untuk mempercepat cakupan dosis 1 dan dosis 2 dengan berkolaborasi dengan lintas sektor. Baca Juga: Polres Raja Ampat Gelar Vaksinasi Massal, Targetnya Pelajar SMP dan SMA.

Feny juga meminta, dengan melihat kondisi pemakaman akibat COVID-19 yang semakin menurun, diharapkan dapat dijaga bersama-sama oleh seluruh masyarakat. “Terpenting, jangan lupa protokol kesehatan ketat wajib hukumnya di manapun berada,” pungkasnya.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top